Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2015

Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia

Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia | Jaringan komputer masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an yang menghubungan lima universitas seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan fasilitas dial-up yang disebut dengan UNInet. Jaringan ini tidak berkembang karena terdapat masalah dalam kurangnya infrastruktur yang memadai.
Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia -  Berikut berbagai tahapan-tahapan dalam sejarah perkembangan Internet di Indonesia.. 

1. Tahun 1980
Sejarah internet di Indonesia diprakarsai dengan munculnya internet di Asia pada akhir 1980, dimana Jepang yang telah membangun jaringan berbasis UUCP pada tahun 1984 sudah mengoneksikan dirinya dengan NSFNET pada tahun 1989 dimana NSFNET menyimpan meeting tahunan yang diselenggarakan oleh Internet Society. INET ’92 yang diciptakan oleh TECHNET di Kobe didirikan pada 1990 dan memiliki koneksi dengan Chulalongkorn dan UUNET.

2. Tahun 1986 - 1987 
Tulisan-tulisan awal internet di Indonesia datang dari kegiatan di amatir radio, khususnya di Amatir Radio Club (ARC) ITB yang bermodal pesat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 dengan komputer Apple II, yang terdapat sekitar belasan anak muda ITB mempelajari paket radio pada band 40 m yang kemudian didorong ke arah TCP/IP. Para pelaku amatir radio Indonesia yang mengkaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS), yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengaitkan banyak "server" BBS amatir radio di seluruh dunia, agar e-mail dapat tetap berjalan dengan lancar. 

3. Tahun 1989 - 1990 
Berawal dari mailing list pertama, yaitu indonesians@janus.berkeley.edu, diskusi-diskusi antartemen mahasiswa Indonesia di luar negeri, mengenai pemikiran alternatif beserta kesadaran masyarakat ditumbuhkan. Pola dari mailing list ini terus berkembang, terutama di host server di ITB & egroups. co. Mailing list ini akhirnya menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas internet di Indonesia.

Protokol internet pertama dari Indonesia menurut catatan ARIN dan APNIC adalah UI-Netlab pada tanggal 24 Juni 1988. Nama-nama yang terkenal dalam perkembangan internet di Indonesia adalah Onno W. Purbo, Putu, Firman Siregar, Robby Soebiakto, dan beberapa orang lainnya. Tulisan tentang adanya jaringan internet di Indonesia mulai banyak terlihat di koran KOMPAS dan pada beberapa artikel pendek majalah Elektron.

Di awal tahun 1990 komunikasi antara Onno W, Purbo yang beradah di Kanda dengan panggilan YCIDAV/VE3 dengan rekan-rekan amatir radio di Indonesia yang dilakukan dengan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie yang berukuran sekitar 2 meter, komunikasi dari indonesia dengan Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan amatir radio. 

4. Tahun 1992- 1994 
Teknologi packet radio TCP/IP yang diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet. AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang menggunakan IP pertama yang dikenal dengan domain AMPR. ORG dan IP 44.132. BPPT mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada band 70 cm dengan menggunakan PC 386 dan sistem operasi DOS yang menjalankan program NOS yang digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. 

5. Tahun 1994-1995 
ISP pertama yang dimiliki Indonesia bernama IndoNet dan mulai beroperasi pada tahun 1994. Pada masa-masa awal tersebut, koneksi internet harus dilakukan dengan sistem dial-up menuju IndoNet sendiri. Ijin ISP untuk IndoNet akhirnya dikeluarkan pada tahun 1995, dan karena itu mulai tersedia beberapa jasa akses Telnet untuk mengakses internet. Kini, teknologi internet di Indonesia mulai harus memperhitungkan trend e-commerce dan bisnis-bisnis online.

Sejak tahun 1994 Internet masuk ke Indonesia dengan Top Level Domain ID (TLD ID) primer yang dibangun di server UUNET, lalu dilanjutkan dengan domain tingkat dua (Second Level Domain). ISP (Internet Service Provicer) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet yang terhubung ke Internet dengan kapasitas bandwidth 64 Kbps. Di Indonesia, lembaga yang dapat memperkirakan pengguna Internet adalah APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Menurut APJII pengguna Internet sampai akhir tahun 2007 ini sekitar 17 juta. 

Bandwidth adalah istilah yang menunjukkan kapasitas media dalam membawa infomasi. Bandwidth dapat digunakan dalam banyak hal, seperti telepon, jaringan kabel, bus, sinyal frekuensi radio, dan monitor. Bandwidth diukur dengan putaran per detik (cycle per second) atau hertz (HZ), tetapi dapat juga digunakan dalam ukuran bit per second (bps). 

Referensi
http://www.portalsejarah.com/sejarah-perkembangan-internet-di-indonesia.html
http://www.artikelsiana.com/2015/05/sejarah-perkembangan-internet-indonesia.html
Sejarah Perkembangan Internet di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Imran Ramadhan AR

0 komentar:

Posting Komentar