Karakteristik dan Klasifikasi Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Jumat, 08 Mei 2015

Karakteristik dan Klasifikasi Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Karakteristik dan Klasifikasi Protista Mirip Hewan - Sebelumnya telah dibahas mengenai Pengertian Protista Serta Karakteristik dan Jenisnya. Nah, pada pembahasan kali ini akan dibahas secara khusus mengenai Karakteristik dan Klasifikasi Protista Mirip Hewan. Untuk itu langsung saja simak pembahasannya berikut ini

Pengertian Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protista Mirip Hewan dapat disebut sebagai zooplankton (uniseluler) atau protozoa (multiseluler). Cara perkembangbiakan protista mirip hewan( protozoa) dapat terjadi secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual yanitu dengan membelah diri atau membentuk spora, sedangkan secara seksual yaitu dengan melakukan konjugasi. Konjugasi ini merupakan proses menempelnya dua sel untuk mengadakan pertukaran inti sel. 

Protista mirip hewan (protozoa) dapat dijumpai di berbagai tempat, yaitu di parit, sawah, sungai, bendungan, atau air laut, bahkan ada yang hidup dalam tubuh makhluk hidup lainnya sebagai parasit. Dalam Klasifikasi makhluk Hidup, protozoa di kelompokkan berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda(kaki semu), Ciliata(bulu getar), Flagellata(bulu cambuk), sporozoa(tidak mempunyai alat gerak khusus).

Karakteristik umum Protozoa
1. Uniseluler. 
2. Memiliki alat gerak yang dapat berupa: 
  • Pseudopodia, merupakan juluran sitoplasma yang terjadi akibat gerakan ektoplasma dan endoplasma yang merupakan mikrofilamen.
  • Flagel, merupakan bulu cambuk yang merupakan juluran mikrotubulus. Flagel berukuran besar dan jumlahnya sedikit. 
  • Silia, merupakan bulu getar yang merupakan juluran mikrotubulus. Silia berukuran kecil dan jumlahnya banyak dan tersebar.
  • Sporozoa
3. Reproduksi dilakukan secara: 
  • Secara aseksual dilakukan dengan pembelahan biner.
  • Secara seksual dilakukan dengan konjugasi.
Klasifikasi Protozoa berdasarkan alat geraknya:
  • Rhizopoda atau Sarcodina

Rhizopoda atau Sarcodina adalah protozoa yang bergerak menggunakan pseudopodia (kaki semu) yang disebut gerak amoeboid.

Ciri Rhizopoda: 
1. Uniseluler.
2. Heterotrof.
3. Bergerak dengan pseudopodia secara amoeboid.
4. Mencari makan dengan memangsa alga lain dengan menangkapnya menggunakan pseudopodia. Makanan yang ditangkap lalu ditelan melalui sitostoma secara endositosis, lalu menuju vakuola makanan untuk dicerna.
5. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner


Klasifikasi Rhizopoda berdasarkan Habitatanya
1. Ektoamoeba/Gymnoamoeba, Hidup bebas di daerah lembab dan merupakan detritivor.
2. Entamoeba, Hidup sebagai parasit. Contoh: Entamoeba coli (diare), E. ginggivalis (radang gusi), E. histolytica dan E. dysentriae (disentri).
3. Cercozoa, Hidup di dalam tanah. Cercozoa memiliki cangkang yang terbuat dari silika/kapur. Contoh: Ebridea dan Proteomyxidea.
4. Foraminifera dan Radiolaria Hidup di perairan laut. Foraminifera dan Radiolaria memiliki cangkang berongga yang terbuat dari silika/kapur. Setelah mati, cangkang Foraminifera akan membentuk tanah globigerina, dan cangkang Radiolaria akan membentuk lumpur radiolaria. Contoh Foraminifera: Globigerina (pendeteksi hidrokarbon di perut bumi). Contoh Radiolaria: Collosphaera (alat penggosok), Acanthometron.
5. Radiolaria, hidup di laut. Kerangka tubuhnya tersusun dari silikat membentuk tanah radiolaria yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok.6. Arcella sp, memiliki rangka luar yang tersusun dari zat kitin. Hewan ini banyak terdapat di air tawar. Berbentuk seperti piring, dengan satu permukaan cembung dan permukaan lainnya cekung atau datar , yang ditengahnya terdapat lubang tempat keluarnya kaki palsu.

  • Flagellata 

Flagellata atau Mastigophora adalah protozoa yang bergerak menggunakan flagel (bulu cambuk) yang berfungsi sebagai alat renang. 

Ciri Flagellata
1. Uniseluler. 
2. Autotrof atau heterotrof.
3. Umumnya parasit. 
4. Bergerak dengan flagel dengan berenang. 
5. Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. 

Klasifikasi Flagellata berdasarkan klorofil
a. Fitoflagellata, yaitu flagellata berklorofil atau tumbuhan (biasanya diklasifikasikan sebagai alga). Contoh: Euglena, Volvox, Noctiluca. 
b. Zooflagellata, yaitu flagellata tidak berklorofil atau hewan. Contoh: Trypanosoma gambiense, T. rhodesiense, T. evansi, Trichomonas vaginalis, Trichonympha, Leishmania, Giardia lambia. 
keterangan gambar: (a).Silia (b). Celah mulut (oral groove) (c). Sitostoma (d). Vakuola makanan (e). Vakuola kontraktil (f). Mikronukleus, yaitu inti yang memiliki fungsi generatif (konjugasi). (g). Makronukleus, yaitu inti yang memiliki fungsi vegetatif (pertumbuhan dan perkembangbiakan). (h). Trikokis, terletak di bawah membran sel yang berfungsi untuk pertahanan diri dari musuh. 

Ciri Ciliata
1. Uniseluler. 
2. Heterotrof. 
3. Bergerak dengan silia. 
4. Mencari makan dengan menangkapnya menggunakan silia dan memasukkan makanan ke dalam sitostoma. Makanan yang ditangkap lalu ditelan melalui sitostoma secara endositosis, lalu menuju vakuola makanan untuk dicerna.

Tahap reproduksi aseksual dan seksual Ciliata (contohnya Paramecium)

1. Dua Paramecium yang akan bereproduksi secara seksual dengan saling menempel (singami). 
2. Mikronukleus mengalami meiosis menjadi 4 mikronukleus haploid. 
3. Dari hasil meiosis, 3 mikronukleus menghilang dan 1 mikronukleus mengalami mitosis menjadi 2 mikronukleus haploid. 
4. Kedua Paramecium saling bertukar mikronukleus/ materi genetik (konjugasi). 
5. Mikronukleus kedua sel yang telah melakukan konjugasi masing-masing mengalami fusi inti menjadi 1 mikronukleus diploid. Selanjutnya sel akan bereproduksi secara aseksual masing-masing. 
6. Mitosis tiga tingkat menghasilkan 8 mikronukleus. 
7. Dari hasil mitosis, 4 mikronukleus berubah menjadi 4 makronukleus, dan makronukleus milik sel itu sendiri menghilang. 
8. Pembelahan biner dua tingkat menghasilkan 4 sel baru.
  • Sprozoa
Sporozoa atau Apicomplexa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak dan memiliki siklus hidup kompleks. 

Ciri Sporozoa: 
1. Uniseluler. 
2. Heterotrof. 
3. Umumnya parasit. 
4. Bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya atau mengikuti pergerakan yang terjadi di lingkungannya. 
5. Melekat dengan sel inang menggunakan kompleks apikal yang terdiri dari kait dan penghisap. 
6. Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni (membelah diri pada tubuh inang tetap) dan sporogoni (menghasilkan spora pada tubuh inang perantara). 
7. Reproduksi seksual dengan peleburan mikrogamet (betina) dan makrogamet (jantan).

Klasifikasi Sporozoa

a. Genus Plasmodium, bersifat parasit pada sel darah (eritrosit) manusia, yaitu menyebabkan penyakit malaria. Vektornya adalah nyamuk Anopheles sp. Reproduksi Plasmodium secara vegetatif berlangsung pada tubuh manusia penderita malaria, dan secara generatif berlangsung pada tubuh nyamuk Anopheles sp betina. Jenis Plasmodium antara lain :
  • Plasmodium falcifarum : Penyebab penyakit malaria Tropica, dengan masa sporulasi  1 atau 2  X 24 jam.
  • Plasmodium vivax : Penyebab penyakit malaria Tertiana, dengan masa sporulasi  2  X 24 Jam.
  • Plasmodium malariae : Penyebab penyakit malaria quartana, dengan masa sporulasi  3 X 24 jam.
  • Plasmodium ovale :  Penyebab penyakit malaria ovale.
b. Toxoplasma gondii, Penyebab penyakit Toxoplasmosis, yang menyebabkan keguguran pada ibu hamil, dan mempengaruhi janis, kemunduran mental, kebutaan, pembengkakan hati, hidrosefalus pada janin. Vektornya hewan suku Felidae (Kucing).

Demikianlah pembahasan mengenai Karakteristik dan Klasifikasi Protista Mirip Hewan. Semoga bermanfaat dan menambah referensi untuk teman-teman.
Karakteristik dan Klasifikasi Protista Mirip Hewan (Protozoa) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Imran Ramadhan AR

0 komentar:

Posting Komentar