Peninggalan nonfisik yang Bercorak Islam

Senin, 30 Maret 2015

Peninggalan nonfisik yang Bercorak Islam

Peninggalan nonfisik yang Bercorak Islam - Baiklah teman-teman pada kesempatan ini akan diberikan pembahasan mengenai Peninggalan nonfisik yang Bercorak Islam yang dapat kita temui di aktivitas keseharian kita.

Peninggalan Nonfisik
Peninggalan nonfisik adalah peninggalan yang tidak berwujud kebendaan, tetapi berupa adat istiadat atau hal lainnya yang menjadi kebiasaan turun- temurun dan selalu dilaksanakan dalam kehidupan.

a. Sekaten
Sekaten
Sekaten
Peninggalan sejarah yang bercorak Islam dalam bentuk seni pertunjukan adalah perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud (perayaan Sekaten). Perayaan Garebek Besar dan Garebek Maulud dilakukan di Demak, Surakarta, Yogyakarta, Cirebon, Banten, dan Aceh. Di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon perayaan Maulud disebut Sekaten.

Istilah sekaten berasal dari kata syahadatain, pengakuan percaya kepada ajaran agama Islam, tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya.

Sekaten diperkenalkan oleh Raden Patah di Demak pada abad ke-16. Pada saat itu orang Jawa beralih memeluk agama Islam dengan mengucapkan shahadatain. Oleh karena itu, penggunaan nama sekaten pada perayaan tersebut menjadi terkenal. Perayaan Sekaten kemudian diteruskan oleh sultan-sultan berikutnya sehingga menjadi perayaan tahunan. Pada perayaan ini seluruh pusaka kerajaan Yogyakarta dan Surakarta dibersihkan dalam upacara penyucian khusus. Selain itu, sultan membagikan berkah berupa lima jenis nasi yang dibentuk seperti gunung. Kelima macam nasi tersebut mewakili jagad atau dunia orang Jawa.
Dari peninggalan budaya Sekaten, cobalah cari dan sebutkan bagian-bagian yang merupakan bentuk budaya lokal, Hindu–Buddha dan Islam!

b. Ziarah ke Makam
Ziarah ke Makam
Ziarah ke Makam
Ziarah bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah menjadi tradisi. Ziarah berasal dari bahasa Arab, artinya mengunjungi. Istilah ziarah disebut juga dengan sowan (mengunjungi) dan nyekar (meletakkan bunga di atas makam).

Ziarah biasanya dilakukan di makam keluarga, makam wali, makam tokoh penting agama, makam raja, atau di makam tokoh penting masyarakat lainnya. Orang melakukan ziarah dengan tujuan berbeda-beda, misalnya untuk mendapatkan anugerah dengan memuja roh nenek moyang, mensyukuri kebesaran Tuhan, mengingatkan tentang akhirat, menghormati orang yang telah meninggal, atau melanggengkan hubungan antara orang hidup dan yang telah mati.

Tradisi ziarah dipengaruhi oleh kebudayaan Indonesia lama (kebudayaan lokal) dan kebudayaan Hindu–Buddha berupa tradisi pemujaan terhadap arwah nenek moyang.
Peninggalan nonfisik yang Bercorak Islam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn