Pencernaan pada Hewan Ruminansia

Jumat, 06 Februari 2015

Pencernaan pada Hewan Ruminansia

Hewan ruminansia atau memamah biak seperti sapi, memiliki lambung yang terdiri atas beberapa bagian meliputi rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Dalam lambung memamah biak terdapat mikroorganisme (bakteri dan ciliata) yang menghasilkan enzim selulose.

Mula-mula makanan di kunyah dulu, dibentuk menjadi bulatanbulatan (bolus) dicampur dengan ludah kemudian ditelan masuk ke rumen dan retikulum kemudian di aduk dan dicampur dengan enzim selulose. Selulose oleh mikroorganisme difermentasi menjadi CO2, CH , dan asam-asam lemak. Zat hasil fermenSumber: Biology , Barrett tasi sebagian digunakan oleh bakteri mamalia Asam lemak langsung diserap oleh dinding lambung, sedangkan CO2, CH4, akan dikeluarkan di mulut.
Sistem pencernaan pada sehingga tumbuh dan berkembang.
Makanan yang masih kasar akan dikembalikan ke mulut untuk dikunyah kembali, sedikit demi sedikit (memamah biak) ditelan kembali masuk ke omasum. Selanjutnya terjadi fermentasi lagi. Dari omasum bahan makanan yang banyak mengandung mikroorganisme akan masuk ke abomasum, pada abomasum, mikroorganisme akan mati karena asam lambung.

Tubuh mikroorganisme yang mati merupakan sumber protein yang mengandung asam amino esensial yang lengkap dan akan dicerna pada lambung dan usus.

Selain itu, pada tubuh mikroorganisme terdapat pula vitamin dan lemak. Oleh karena itu, binatang memamah biak tidak memerlukan asam amino dari luar.

Kelainan pada Sistem Pencernaan

Kelainan pada sistem pencernaan meliputi beberapa hal sebagai berikut.
  1. Diare (mencret/feses encer), penyerapan air di kolon terganggu sehingga kerja kolon dipercepat.
  2. Apendiksitis, peradangan pada apendiks (umbai cacing) oleh bakteri.
  3. Kolik, rasa sakit berulang-ulang karena kontraksi otot kuat.
  4. Disfagia, kerusakan lambung yang disebabkan oleh alkohol/racun.
  5. Enteritis, peradangan pada usus besar/usus halus oleh bakteri.
  6. Konstipasi (sembelit), sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu banyak.
  7. Muntah-muntah, keluarnya makanan dan cairan karena kontraksi diafragma dan organ-organ pernapasan yang disebabkan oleh keracunan, gangguan peredaran darah, mabuk perjalanan, dan lain-lain.
  8. Ulkus, peradangan pada lambung akibat produksi HCl lebih banyak daripada makanan yang masuk ke lambung.
  9. Gondong, radang kelenjar parotis yang disebabkan oleh virus.
  10. Peritonitis, yaitu radang pada peritoneum (selaput perut).
Pencernaan pada Hewan Ruminansia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn