Jamur Basidiomycota dan Jamur Deuteromycota

Rabu, 04 Februari 2015

Jamur Basidiomycota dan Jamur Deuteromycota

Basidiomycota

Perhatikan jamur seperti tampak pada Gambar! Jamur tersebut sering kita temukan pada pohon, jerami, atau tanah pada waktu musim penghujan. Anggota jamur ini lebih dari 25.000 species. Jamur ini memiliki perkembangan paling tinggi di antara kelompok jamur lainnya, yaitu merupakan jamur yang makroskopis, dapat dilihat langsung, dan mempunyai ukuran yang besar. Bila diamati, bentuk tubuh buahnya menyerupai payung, bentuk dan warnanya bermacam-macam. Tubuh buahnya ini disebut basidiokarp.
(a) Jamur kayu, (b) jamur tiram, dan (c) jamur merang

Dari hasil kegiatan yang telah Anda lakukan, akan terlihat bagian-bagian tubuh jamur seperti berikut.
a. Tudung, yaitu bagian atas berbentuk seperti payung.
b. Tangkai, terletak di bawah tudung.
c. Lamella, letaknya di bawah tudung berbentuk lembaran.
d. Annulus, posisinya melingkari batang berbentuk cincin.

Jika Anda amati, tubuh buah (basidiokarp) terdiri atas jalinan hifa yang bersekat dikariotik (masing-masing sel mempunyai inti yang berpasangan). Ujung-ujung hifanya menggembung membentuk basidium, pada basidium inilah akan terbentuk spora.
Daur hidup jamur Basidiomycota

Spora yang dihasilkan oleh basidium (basidiospora) bersifat haploid dan tumbuh membentuk hifa-hifa yang bersekat, tiap sekat berinti satu, ada yang sebagai hifa + (jantan) dan ada hifa – (betina). Jika keduanya bertemu akan terjadi plasmogami /percampuran plasma sel dan akan terbentuk sel hifa yang dikariotik/dua inti.

Hifa tersebut akan terus berkembang membentuk miselium yang masih bersifat dikariotik, sehingga akan terbentuk tubuh buah basidiokarp yang bentuknya seperti payung. Basidiokarp ini akan menghasilkan basidium yang terdapat pada lapisan disebut himenium. Di sinilah akan terjadi kariogami, yaitu persatuan dua inti menjadi satu dan inti ini akan mengalami pembelahan meiosis untuk membentuk 4 spora haploid yang disebut dengan basidiospora, demikian seterusnya.

Sebagian besar jamur ini dimanfaatkan sebagai makanan karena tubuh buahnya memiliki rasa yang enak dan mengandung nilai gizi yang tinggi.

Contohnya sebagai berikut.
  1. Jamur merang (Volvariella volvaceae), tempat hidupnya memerlukan kelembapan yang tinggi.
  2. Jamur kuping (Auricularia polytricha), hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk, mempunyai warna cokelat kehitam-hitaman. Jamur ini sering digunakan untuk campuran sayur sup.
  3. Jamur tiram (Pleurotus sp.), tumbuh di kayu lapuk dan dapat ditanam pada serbuk gergaji.
  4. Jamur shitake merupakan jamur yang sering diproduksi di Cina dan Jepang, hidup pada batang kayu.
Akan tetapi, tidak semua jamur ini dapat kita manfaatkan sebagai makanan seperti jamur kayu Ganoderma applantum, Amanita caecaria tidak beracun, Amanita verna beracun, hidup di tanah putih atau merah, dan Exobasidium vexans hidup parasit pada tanaman teh.

Tahukah Anda bahwa jamur tiram (Pleurotus sp.) dapat ditanam pada serbuk gergaji sehingga kita dapat memanfaatkan sampah dari kayu ini. Bagaimana cara membudidayakannya?

Deuteromycota

Anda sudah mengetahui bahwa pengelompokan jamur dibedakan oleh macam spora seksual yang dihasilkannya, yaitu askospora dan basidiospora. Tetapi setelah para ahli mengadakan penelitian ternyata ada beberapa jenis yang belum diketahui reproduksi seksualnya, sehingga cara perkembangbiakannya dilakukan secara aseksual. Untuk itulah para ahli mengelompokkan secara khusus jamur ini, yaitu dalam kelompok Deuteromycota atau sering disebut fungi imperfecti .

Ada sekitar 25.000 species jamur ini, misalnya Tinea versicolor penyebab panu, Epidermophyton floocossum penyebab penyakit kaki atlet, Microsporium penyebab penyakit rambut dan kuku, Trichophyton dan Epidermophyton penyebab penyakit kulit dan kuku. Apabila kita amati kebanyakan jamur ini hidup sebagai parasit.

Jamur oncom pada mulanya digolongkan dalam Deuteromycota, tetapi oleh seorang ahli Indonesia Prof. Dwidjoseputero dari IKIP Malang yang mengadakan penelitian berhasil menemukan bahwa jamur Monila sitophila dapat melakukan reproduksi seksual, yaitu menghasilkan askus. Selanjutnya, jamur ini dimasukkan dalam Ascomycota dan diubah namanya menjadi Neurospora sitophila .
Jamur Basidiomycota dan Jamur Deuteromycota Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn