Interaksi Sosial untuk Mencukupi Kebutuhan Hidup Manusia

Sabtu, 07 Februari 2015

Interaksi Sosial untuk Mencukupi Kebutuhan Hidup Manusia

Interaksi Sosial untuk Mencukupi Kebutuhan Hidup Manusia dan untuk Mempertahankan Kelangsungan Hidupnya

Manusia dalam hidupnya selalu berhubungan dengan lingkungan alam (fisik) dan lingkungan non fisik. Lingkungan fisik terdiri atas air, tanah, udara, flora, dan fauna. Lingkungan non fisik terdiri atas lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya.

Alam menyediakan segalanya bagi kebutuhan hidup manusia, tetapi alam juga mempunyai keterbatasan. Pada saat manusia belum berkembang sebanyak seperti sekarang, keseimbangan antara kebutuhan manusia dan tersedianya kebutuhan itu boleh dikatakan hampir tidak masalah, namun pada saat mulai terjadi ledakan penduduk, manusia mulai menyadari bahwa alam tidak selamanya dapat menyediakan segala bentuk kebutuhan manusia. Beberapa jenis kebutuhan manusia memang mengalami pembaruan melalui proses daur ulang, namun akibat pengaruh manusia proses tersebut mengalami gangguan keseimbangan. Adanya pencemaran air, tanah, udara, perusakan hutan, dan lain-lain merupakan contoh dari akibat pengaruh manusia yang dapat merusak keseimbangan alam.

Bertambahnya jumlah manusia berarti bertambah pula kebutuhan yang harus dipenuhi, seperti tempat tinggal, makanan, pekerjaan, transportasi, dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan penduduk yang pesat juga akan berakibat pada bidang ekonomi, di antaranya pendapatan, kemiskinan, dan kegiatan ekonomi manusia. Demikian pula pertambahan penduduk yang pesat juga akan mempengaruhi perubahan budaya manusia di antaranya perubahan pola hidup dari keluarga besar menjadi pola keluarga kecil.

Di samping ada perbedaan tentang jumlah dan macam kebutuhan bagi setiap golongan masyarakat atau negara, juga kebutuhan-kebutuhan yang bersifat universal, yaitu kebutuhan semua orang di seluruh dunia sepanjang hayatnya. Misalnya: makanan, pakaian, perumahan, kesehatan, olahraga, rasa aman, kebutuhan biologis, dan kebutuhan religius. Bagi masyarakat modern, pendidikan sudah merupakan kebutuhan yang pokok dan universal, tetapi bagi masyarakat suku terasing (primitif), pendidikan belum merupakan kebutuhan pokok.

Kebutuhan universal tersebut harus terpenuhi. Apabila tidak terpenuhi maka akan mengakibatkan hal-hal yang tidak menguntungkan, misalnya: orang yang lapar kalau tidak segera makan akan pingsan atau sakit; orang sakit kalau tidak segera berobat bisa mati; orang yang tidak memiliki pakaian dan perumahan, kalau tidak segera memperolehnya akan menjadi orang yang tidak terhormat.

Meskipun demikian kebutuhan-kebutuhan manusia itu mempunyai beberapa ciri umum sebagai berikut.
  1. Kebutuhan itu ada yang munculnya disadari dan ada yang tidak disadari.
  2. Kebutuhan satu dengan kebutuhan yang lain itu bervariasi tingkat intensitasnya.
  3. Kebutuhan itu selalu menyebabkan suatu keadaan yang tidak seimbang dan dimanifestasikan dalam perilaku yang terarah.
  4. Kebutuhan itu dapat bersifat saling kompetitif dan selalu berlomba untuk mendapat pemenuhan lebih dahulu.
  5. Kebutuhan itu kemunculannya dapat bersifat periodik dan ada yang bersifat sementara.

Pemenuhan kebutuhan hidup manusia digolongkan dua macam, yaitu kebutuhan yang timbul atau kemunculannya bersumber pada aspek-aspek biologis atau organisme tubuh manusia (sering dikenal kebutuhan hidup mendasar), dan kebutuhan yang timbul karena pergaulan antarmanusia dalam masyarakat. Di bawah ini akan dijelaskan tentang kebutuhan hidup mendasar atau primer, kebutuhan sosial, dan kebutuhan integratif.

a. Kebutuhan Hidup Mendasar/Primer

Kebutuhan hidup mendasar ialah kebutuhan manusia yang erat hubungannya dengan kebutuhan jasmani. Kebutuhan hidup mendasar itu, kemunculannya bersumber pada aspek-aspek biologi atau organisme tubuh manusia. Beberapa kebutuhan mendasar misalnya sebagai berikut.
1) Makanan/minuman/air
2) Istirahat dan kesehatan
3) Buang air besar/kecil
4) Kebutuhan biologis
5) Perlindungan dari cuaca/iklim

b. Kebutuhan Sosial/Psikologis

Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan-kebutuhan yang timbul karena pergaulan antarmanusia dalam masyarakat. Sebagian dari kebutuhan sosial itu merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer ataupun kebutuhan sekunder. Kebutuhan sosial itu meliputi hal-hal sebagai berikut.
1) Kebutuhan akan kegiatan-kegiatan bersama.
2) Kebutuhan berkomunikasi.
3) Kebutuhan akan keteraturan sosial.
4) Kebutuhan akan pendidikan.

c. Kebutuhan Integratif

Kebutuhan integratif, yaitu kebutuhan terpadu yang terdiri atas berbagai macam kebutuhan seperti yang telah diterangkan di atas. Pada hakikatnya setiap individu dan masyarakat suatu bangsa pasti memiliki kebutuhan integratif. Masalahnya hanya kuantitasnya saja yang berbeda. Kenyataannya kebutuhan individu masyarakat dari suatu bangsa itu semakin hari semakin bertambah banyak dan beraneka ragam. Kebutuhan integratif itu muncul dan terpencar dari hakikat manusia sebagai makhluk pemikir dan bermoral, yang fungsinya mengintegrasikan berbagai unsur kebudayaan sebagai sebuah sistem yang mencakup kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut.
1) Kebutuhan akan adanya prinsip benar dan salah.
2) Kebutuhan akan perasaan keyakinan diri.
3) Kebutuhan pengungkapan kebersamaan.
4) Kebutuhan pengungkapan etika, estetika, dan kebutuhan rekreasi.
Kebutuhan psikologis diperlukan untuk mengasuh anak.

Aturan-aturan dan Cara-cara Beradaptasi Terhadap Lingkungan Alam/ Fisik Sosial dan Budaya

Manusia tidak dapat hidup menyendiri. Dia harus hidup bersama- sama dengan orang lain. Dengan keluarganya, dengan teman-temannya sekampung atau sekota, dan dengan masyarakat. Di samping itu manusia hidupnya harus menyesuaikan terhadap lingkungan baik bersifat alam (fisik), sosial, dan budaya. Bahkan manusia dalam hidupnya harus tahu aturan-aturan dan cara-cara beradaptasi terhadap lingkungan alam (fisik), sosial, dan budaya, yaitu sebagai berikut.
  1. Lingkungan fisik, contohnya iklim, relief, suhu udara, keadaan tanah, keadaan sumber alam, dan tata air.
  2. Lingkungan sosial, contohnya agama, adat-istiadat, kesenian, bahasa, dan hukum adat.
  3. Lingkungan budaya, contohnya kemajuan teknologi, keadaan pendidikan, perkembangan pola kebudayaan, dan sikap mental penduduk.
Kebudayaan yang telah menjadi milik suatu masyarakat pada umumnya berasal dari warisan turun-temurun. Sifat kebudayaan menjadi suatu yang berharga bagi masyarakat. Mereka takut kehilangan karena berlakunya menjadi pedoman hidup sehari-hari.

Sifat keterbukaan masyarakat untuk menerima sesuatu dari luar tergantung dari kedayagunaan suatu kebudayaan. Apabila masyarakat memandang perlu untuk memperbaiki maka dilakukan perubahan. Misalnya: dahulu di pedesaan orang menumbuk padi dengan lesung, tetapi sekarang lesung diganti dengan mesin penggiling padi. Penduduk menerimanya sebagai perubahan.

Dalam beradaptasi dengan lingkungannya manusia akan mengikuti pola perubahan yang terjadi. Pola perubahan kebudayaan dapat berupa:

a. Perubahan Struktur Sosial

Perubahan struktur sosial, yaitu perubahan susunan masyarakat. Contoh: Bentuk perkawinan calon suami/istri berasal dari satu klan (endogami) atau calon suami istri berasal dari luar klannya (eksogami). Kemudian bentuk perkawinan berubah menjadi heterogami, yaitu perkawinan berdasarkan endogami dan eksogami.

b. Perubahan Nilai dan Sikap

Perubahan nilai dan sikap, yaitu perubahan oleh masyarakat terhadap suatu bentuk kebudayaan, misalnya: bentuk kesenian, bentuk kepercayaan, bentuk adat istiadat, dan bentuk-bentuk berbagai barang keperluan.

c. Perubahan Tidak Direncanakan

Untuk menanggulangi kebutuhan, masyarakat biasanya melakukan usaha sendiri secara spontan. Usaha yang dilakukan masyarakat itu mengakibatkan perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Misalnya: karena pengaruh bangunan rumah di kota, masyarakat desa yang semula berumah bambu menggantinya dengan rumah batu dalam berbagai bentuk.
Interaksi Sosial untuk Mencukupi Kebutuhan Hidup Manusia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn