Interaksi Sosial, Tujuan dan Dasar-dasar Interaksi Sosial

Sabtu, 07 Februari 2015

Interaksi Sosial, Tujuan dan Dasar-dasar Interaksi Sosial

Interaksi Sosial

Secara harfiah interaksi berarti tindakan (action) yang berbalasan antarindividu atau antarkelompok. Tindakan saling mempengaruhi ini seringkali dinyatakan dalam bentuk simbol-simbol atau konsep-konsep.
Jadi, pengertian interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.

Interaksi sosial melibatkan proses-proses sosial yang bermacam- macam, yang menyusun unsur-unsur dinamis dari masyarakat, yaitu proses- proses tingkah laku yang dikaitkan dengan struktur sosial.
Interaksi sosial ini dapat terjadi di pasar, di ladang, dalam rapat, atau di mana saja karena memang di dalam interaksi sosial, lokasi terjadinya tidak penting.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu proses fundamental dalam masyarakat. Tipe-tipe interaksi itu sangat mempengaruhi ciri-ciri masyarakat, tetapi interaksi itu juga dipengaruhi oleh norma-norma sosial yang ada di masyarakat.

Ciri-ciri interaksi sosial sebagai berikut.
  1. Dilakukan dua orang dan ada reaksi dari pihak lain.
  2. Adanya kontak sosial dan komunikasi.
  3. Bersifat timbal balik, positif, dan berkesinambungan.
  4. Ada penyesuaian norma dan bentuk-bentuk interaksi sosial.
  5. Pola interaksi sosial terjalin dengan baik harus berdasarkan kebutuhan yang nyata, efektivitas, efisiensi, penyesuaian diri pada kebenaran, penyesuaian pada norma, tidak memaksa mental, dan fisik.

Dalam interaksi sosial menurut Drs. Haryanto ada dua hubungan sebagai berikut.
  1. Tingkat hubungan yang dalam, yaitu bila interaksi berlangsung terus- menerus dan tidak terbatas, sama-sama memiliki tujuan tertentu. Contoh: hubungan orang tua dengan anak, kakak dengan adik.
  2. Tingkat hubungan yang dangkal, yaitu bila berlangsung hanya saat tertentu dan tidak berkesinambungan. Contoh: kondektur.
Salah satu tujuan interaksi sosial, yaitu menjalin kerja sama.

Tujuan dan Dasar-dasar Interaksi Sosial

Proses interaksi dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya melalui tatap muka langsung. Secara tidak langsung dapat melalui sarana-sarana komunikasi misalnya surat, radiogram, telepon, dan interlokal.

Tujuan dari interaksi sosial sebagai berikut.
a. Untuk menjalin hubungan persahabatan.
b. Untuk menjalin hubungan dalam bidang perdagangan.
c. Untuk melaksanakan kerja sama yang saling menguntungkan.
d. Untuk membicarakan dan merundingkan sesuatu masalah yang timbul.
e. Untuk meniru kebudayaan orang lain yang lebih maju dan lain-lain.

Dasar Interaksi Sosial

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasari oleh faktor-faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri-sendiri secara terpisah atau dalam keadaan yang bergabung.

a. Faktor Imitasi
Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk memusuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, tetapi juga bisa mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif, sebab yang ditiru mungkin tindakan-tindakan yang menyimpang.

b. Faktor Sugesti
Faktor ini berlangsung kalau seseorang memberi sesuatu pandangan yang berasal dari dirinya, yang kemudian diterima oleh pihak lain. Berlangsungnya sugesti, dapat juga terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi.

c. Faktor Identifikasi
Identifikasi, yaitu kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menyamakan dirinya dengan pihak lain. Identifikasi bersifat lebih mendalam daripada imitasi dan sugesti. Proses identifikasi dapat berlangsung dengan sendirinya ataupun dengan disengaja.

d. Faktor Simpati
Simpati, yaitu suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Proses simpati akan dapat berkembang jika terdapat saling pengertian pada kedua belah pihak.

Pentingnya Kontak Sosial dan Komunikasi Dalam Interaksi Sosial

a. Kontak Sosial

Kontak merupakan tahap permulaan dari terjadinya interaksi sosial. Kontak sosial tersebut dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yaitu sebagai berikut.
  1. Antara orang-perorangan, misalnya kalau anak kecil mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga.
  2. Antara orang-perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya, misalnya antara partai politik dengan anggotanya.
  3. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya, misalnya dua buah kontraktor saling kerja sama memborong bangunan.
Suatu kontak dapat juga bersifat primer atau sekunder.
1) Kontak primer terjadi kalau yang mengadakan hubungan langsung berhadapan dan bertemu muka dengan berjabatan tangan, saling tersenyum, dan lain-lain.
2) Kontak sekunder terjadi kalau disertai perantara.

b. Komunikasi

Komunikasi terjadi kalau seseorang memberi arti pada perlakuan orang lain dengan menyampaikan suatu perasaan. Orang yang bersangkutan lalu menerima dan memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Pentingnya kontak dan komunikasi, yaitu untuk terwujudnya interaksi sosial dan dapat diuji terhadap suatu kehidupan terasing (isolation). Adanya kehidupan terasing yang sempurna terjadi, kalau ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengadakan interaksi sosial dengan pihak-pihak lain.
Adanya kehidupan terasing dikarenakan secara badaniah mereka memang diasingkan dari hubungan dengan orang lain. Padahal perkembangan jiwa seseorang banyak ditentukan oleh pergaulan dengan orang lain.

Apabila seorang anak sejak kecil diasingkan dari pergaulan dengan orang dan berdekatan dengan hewan, misalnya berada di hutan, berakibat kelakuannya mirip dengan hewan. Anak tersebut tak dapat berbicara, perkembangan jiwanya jauh terbelakang. Terasingnya seseorang menurut Drs. Achmadi dapat disebabkan:
  1. karena pengaruh dan perbedaan ras atau suku,
  2. adanya perbedaan tingkat kebudayaan,
  3. daerahnya sangat terpencil jauh dari kehidupan,
  4. pada masyarakat yang berkasta di mana gerak vertikal sangat sulit, dan
  5. adanya cacat indera, syaraf, lumpuh yang terpaksa mengurung di rumah atau pengasingan.
Pentingnya kontak sosial dan komunikasi dalam interaksi sosial.
Interaksi Sosial, Tujuan dan Dasar-dasar Interaksi Sosial Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn