Terjadinya Konflik Dan Kerja Sama Dalam Proses Interaksi Sosial

Sabtu, 31 Januari 2015

Terjadinya Konflik Dan Kerja Sama Dalam Proses Interaksi Sosial


Manusia dalam berinteraksi sosial akan terjadi suatu keadaan yang disebut situasi sosial. Di samping itu juga terdapat rangkaian proses-proses yang tidak ada batasnya terdiri atas penyatuan dan perikatan yang disebut suasana sosial. Ada pula interaksi sosial yang disebut asosiatif dan ada pula yang disebut disasosiatif.
Asosiatif adalah suatu kehidupan di mana pihak-pihak yang berhubungan dalam tingkat yang sejajar saling ketergantungan, koordinasi, dan kerja sama.

Kehidupan asosiatif di masyarakat dengan kekuatan seimbang akan terjadi suatu kerja sama sehingga akan tercipta kehidupan demokratis, sedangkan kehidupan asosiatif yang tidak seimbang akan mengubah keadaan demokratis menjadi diktator atau otokrasi.

Kehidupan disasosiatif di masyarakat dengan hikmat yang tidak seimbang jelas akan tampak, siapa yang kuat pasti akan menang dan siapa yang lemah akan kalah. Interaksi sosial di masyarakat merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antarorang perorang, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorang dengan kelompoknya.

Yang dimaksud bentuk-bentuk interaksi sosial, yaitu bentuk-bentuk yang tampak apabila orang perorang atau kelompok-kelompok manusia, mengadakan hubungan satu sama lainnya. Dalam hubungan orang perorang atau kelompok kemungkinan terjadi kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan dapat pula terjadi pertentangan (pertikaian) atau konflik. Baik kerja sama, persaingan, dan pertentangan termasuk bentuk-bentuk interaksi sosial.

Terjadinya Konflik/Pertikaian/Pertentangan Dalam Proses Interaksi Sosial

Pertentangan atau konflik adalah proses sosial, di mana orang perorang atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan, dengan menggunakan ancaman atau kekerasan.
Dalam pertikaian unsur perasaan memegang peranan penting dalam mempertajam perbedaan-perbedaan yang ada sehingga masing-masing pihak berusaha saling menghancurkan.

a. Sebab-sebab Terjadinya Pertikaian

  1. Adanya perbedaan pendirian dan perasaan orang seorang yang semakin tajam sehingga timbul bentrokan perseorangan.
  2. Adanya perubahan-perubahan sosial yang terlalu cepat di dalam masyarakat sehingga menyebabkan terjadinya disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai reorganisasi dari sistem nilai-nilai baru.
  3. Adanya perbedaan kebudayaan yang mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang bersangkutan. Hal ini akan menimbulkan pertentangan kelompok.
  4. Adanya bentrokan mengenai kepentingan-kepentingan, baik perseorangan maupun kelompok, misalnya: kepentingan ekonomi, sosial, politik, ketertiban, dan keamanan. Contoh: Pertikaian antara buruh dan majikan.
Suatu masyarakat biasanya mempunyai alat-alat tertentu untuk menyalurkan benih-benih pertikaian yang disebut safety valve institutions. Di dalam alat-alat ini disediakan objek-objek tertentu yang dapat mengalihkan pertikaian kepada pihak yang bertikai agar perhatian tersebut dapat tersalurkan ke arah lain.

b. Bentuk-bentuk Pertentangan

Menurut Achmadi ada lima bentuk-bentuk pertentangan, yaitu sebagai berikut.
  1. Pertentangan pribadi, yaitu pertentangan yang terjadi di antara orang seorang karena masalah-masalah pribadi.
  2. Pertentangan politik, yaitu pertentangan antarpartai politik karena perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan cita-cita politik masing-masing.
  3. Pertentangan rasial, yaitu pertentangan kelompok ras yang berbeda karena kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Misalnya: terjadinya diskriminasi ras di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.
  4. Pertentangan antarkelas sosial, yang disebabkan munculnya perbedaan- perbedaan kepentingan, misalnya antara buruh dan majikan.
  5. Pertentangan yang bersifat internasional, yaitu pertentangan yang melibatkan beberapa kelompok negara (blok) karena perbedaan- perbedaan kepentingan masing-masing. Contoh: Pertikaian Kaum Hizbullah di Libanon dengan Israel yang melibatkan beberapa negara besar.

Roket Israel meledak di pinggiran kota Beirut kemarin. Hizbullah segera membalas.

c. Akibat-akibat dari Bentuk Konflik Atau Adanya Pertentangan

  1. Tambahnya solidaritas dari in-group. Jika suatu kelompok yang semula tidak kompak, tetapi kalau ada kelompok lain yang mengancamnya maka solidaritas mereka akan lebih baik.
  2. Jika pertentangan itu terjadi antarwarga dalam satu kelompok maka keutuhan kelompok itu akan goyah.
  3. Hancurnya harta benda atau jatuhnya korban manusia pada kedua belah pihak yang berperang.
  4. Bila kekuatan kedua kelompok itu seimbang, bisa timbul akomodasi, tetapi bila tidak seimbang, yang lebih kuat akan mendominasi, sedangkan yang lemah akan takluk kepada yang menang.
  5. Berubahnya kepribadian. Kalau pertentangan terjadi antara dua kelompok yang berlainan, misalnya Jepang dan Amerika pada tahun 1942 maka orang seorang akan mengidentifikasikan dirinya dengan satu kelompok saja, lalu menghadapi kelompok lain yang dianggap sebagai lawan.

Terjadinya Kerja Sama Dalam Proses Interaksi Sosial

Yang dimaksud kerja sama di sini adalah kerja sama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama. Kerja sama timbul kalau orang-orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama. Pada masyarakat Indonesia bentuk kerja sama telah dikenal sejak zaman purba, terkenal dengan nama gotong royong. Manusia dalam kehidupan sosial, sejak kecil sudah ditanamkan pola perilaku untuk hidup rukun dengan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Hal ini didasarkan pada pandangan hidup, bahwa seseorang tidak mungkin hidup sendiri tanpa kerja sama dengan orang lain. Dengan semangat gotong royong, sering kali diterapkan untuk mengusahakan kepentingan umum. Suatu bentuk kerja sama akan berkembang, kalau orang yang terlibat dalam interaksi dapat digerakkan untuk mencapai tujuan bersama disertai kesadaran, bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semuanya. Di samping itu harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang diterima.

Sehubungan dengan pelaksanaan kerja sama, ada beberapa bentuk kerja sama. 

a. Bargaining
Bargaining, yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.

b. Cooperation
Cooperation, yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi. Hal itu merupakan salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.

c. Coalition (Koalisi)
Koalisi, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Pada mulanya koalisi memang mengalami kegoncangan-kegoncangan sebab asas dan sifat organisasinya berbeda-beda. Akan tetapi karena diikat oleh tujuan yang sama maka gerak langkah koalisi itu kooperatif.

d. Joint Venture
Joint venture, yaitu bentuk kerja sama yang bergerak dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu. Keuntungannya dibagi menjadi proporsi yang sudah disepakati bersama. Misalnya: joint venture antara Indonesia dengan PT. Caltex Amerika Serikat dalam proyek pengeboran minyak bumi.

Terjadinya Persaingan (Competition) Dalam Proses Interaksi Sosial 
Terjadinya Konflik Dan Kerja Sama Dalam Proses Interaksi Sosial Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn