Tahapan Penelitian Etnografi

Kamis, 15 Januari 2015

Tahapan Penelitian Etnografi

Di antara sekian banyak metodologi penelitian ilmu-ilmu sosial, metode yang paling tepat untuk penelitian etnografi adalah metode kualitatif. Pendekatan ini mengutamakan suatu kualitas data yang mendalam sehingga bisa dapat diketahui sampai pada akar permasalahan. Dalam praktiknya, metode ini menggunakan beberapa tahapan dalam melaksanakan penelitian. Adapun tahapan-tahapan penelitian etnografi menurut Jerome Kerk dan Marc. L Miler tersebut adalah sebagai berikut:

a. Tahapan Pertama

Tahap pertama penelitian etnografi adalah memilih masyarakat sebagai objek penelitian. Pada tahapan ini seorang penelitian harus pandai-pandai menentukan masyarakat mana yang memliki kebudayaan yang mengakar dan masih memiliki tujuh unsur kebudayaan yang masih eksis. Penelitian etnografi menjelaskan ketujuh unsur kebudayaan tersebut.

Tahap pertama ini desebut sebagai finding the field. Hal-hal yang dilakukan adalah cara-cara untuk masuk ke lapangan dengan baik dan lancar. Peneliti harus dapat masuk dalam struktur aktivitas dari masyarakat. Oleh karena itu, untuk melakasakan tahapan ini penelitian terlebih dahulu mempelajari adat-istiadat maupun kebiasaan-kebiasaan yang ada di masyarakat.
Masyarakat yang dapat menjadi tema penelitian etnografi
Masyarakat yang dapat menjadi tema penelitian etnografi
Awal penelitian sang peneliti harus mengumpulkan data-data mengenai norma dan aktivitas budaya sehari-hari dalam masyarakat. Misalnya, kebiasaan masyarakat dari bangun sampai tidur (apa yang dilakukan oleh masyarakat tersebut), tata krama, dialek bahasa, larangan-larangan atau pantangan yang dihindari oleh masyarakat, dan lain sebagainya. Setelah terkumpulan kegiatan selanjutnya adalah mendekati masyarakat secara pelan-pelan. Kegitan inilah yang pal-ing sulit karena tingkat keberhasilan tergantung dari kepandai peneliti dalam mendekati masyarakat. Dibutuhkan kemampuan sosial yang khusus agar lancar dalam menjalani kegiatan. Tahapan ini adalah kegiatan yang penting untuk dapat melanjutkan penelitian.

b. Tahapan Kedua

Kegitan yang dilakukan peneliti pada tahapan kedua adalah melakukan investigasi untuk menemukan (Discovery ) dan mengumpulkan (Getting) data. Pada kegiatan tahap kedua peneliti sudah memulai bekerja dilapangan (field work ). Sebelum melaksankan kegiatan ini peneliti harus melakukan penyusunan rencana peneliti yang rapi dan matang. Peneliti membuat skala prioritas dan juga scedule penelitian. Peneliti juga harus pandai menentukan dimana tempat dan siapa yang nantinya di jadikan sampel data. Sehingga penggalian data penelitian tidak menyimpang dari arah masalah yang dikaji.

Selama melaksanakan pengumpulan data, peneliti harus tetap waspada dengan data-data yang diperoleh. Kadang data yang di dapat masih belum tentu kebenarannya. Hal ini terjadi karena faktor non teknis, misalnya kebohongan dari nara sumber dan juga kurangnya pemahaman nara sumber. Untuk mengantisipasi kejadian-kejadian demikian maka peneliti harus melakukan pengecekan ulang (cross chek) dengan nara sumber lain untuk menguatkan kebenaran data yang didapat sebelumnya. Pengecekan ini dilaksanakan dengan menanyakan kembali apa yang ditanyakan dari nara sumber satu. Dengan demikian didapat data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Pada tahapan ini penelitian harus bekeja hati-hati. Jangan sampai ada data yang dibutuhkan belum masuk dan ketinggalan. Data yang menjadi data primer harus diutamakan karena data ini merupakan data yang menjadi argumen dalam penelitian. Data primer ini juga dijadikan data dalam melakukan penyusunan laporan penelitian. Kesempurnaan penelitian juga ditunjang dari ke validan dari data-data primer. Kegiatan pada tahapan ini adalah inti pokok dari penelitian karena peneliti benar-benar masuk kelapangan untuk menggali data.

c. Tahap Ketiga

Dalam tahap in peneliti sudah mulai membawa dan menafsirkan dari data-data yan didapatkan ( reading, interpertation, and get-ting straight ).

Pada tahapan ini data-data penelitian sudah mulai dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan mulai disusun secara sistematis. Kegiatan yang dilakukan agar tahapan ini berjalan lancar adalah pengecekan validitas data yaitu melakukan pengujian data yang didapat melalui evaluasi pengambilan data. Hal yang diperhatikan adalah waktu, tempat, sumber atau informan, dan alat-alat yang dipakai dalam penggalian data dilapangan. Evaluasi ini harus sangat teliti mengingat data-data ini yang nantinya menjadi sumber penulisan laporan penelitian.

Disamping kegiatan diatas, selanjutnya peneliti juga melakukan reliabilitas data, yaitu pengujian terhadap data yang sudah menjadi fokus masalah penelitian. Tujuan kegiatan ini untuk menganalisis apakah data yang didapat dapat diandalkan dalam mempertahankan kebenaran penelitian. Agar berjalan lancar dalam melaksanakan kegiatan ini maka peneliti harus melakukan eksperimen data dengan membandingkan data dari tempat lain sehingga jika didapat hasil yang sama data ini bisa dipertahankan.

Tahap ini adalah juga tahap pra penyusunan laporan hasil penelitian. Yang pertama dilakukan adalah membuat kerangka matrik data penelitian secara sederhana untuk dasar penulisan laporan penelitian. Mungkin hal yang dapat dilakukan pada tahap ini adalah memberikan gambaran analisa teori yan relevan terhadap data-data penelitian yang didapat. Dengan demikian tahapan adalah tahapan untuk memulai penulisan laporan walapun hanya pada tahap penyusunan latar belakang masalah.

d. Tahap Keempat

Tahap ini adalah tahap terakhir dari penelitian etnografi yaitu . Pada tahapan ini peneliti melakukan penjelasan untuk pamit kelapangan ( leaving, explanation, getting out, and getting oven ). Kegiatan ini dilakukan karena penelitian sudah sampai batas waktu yang ditentukan dan juga sudah mendapatkan data-data primer yang diperlukan secara mendalam.

Kemudian peneliti pamit dengan masyarakat yang diteliti secara baik-baik. Misalnya peneliti berpamitan terhadap tokoh masyarakatnya, kepala birokrasi, dan dengan masyarakat pada umumnya. Hal yang harus dilakukan adalah peneliti harus meninggalkan kesan yang baik dengan masyarakat yang diteliti. Dengan demikian tidak ada rasa kecewa maupun komplain terhadap penelitian yang dilaksanakannya. Sehingga jika terjadi permasalahan terhadap penyusunan laporan penelitian yang mengharuskan kembali ke lapangan masyarakat masih menerima dengan baik. Hubungan ini harus dijaga dengan baik-baik. Setelah melakukan kegiatan diatas peneliti melakukan pengolahan data, yaitu proses menganalisis dari data-data yang didapat dengan menggunakan pendekatan pengetahuan antropologi secara teoritis dan praktis.

Pengolahan ini dilaksanakan secara sistematis dan benar-benar mengacu pada teori-teori yang sudah ditentukan. Pada akhir pengolahan data peneliti melakukan klasifikasi agar tidak kesulitan dalam melakukan penyusunan laporan.dan laporan yang dimaksud adalah laporan-laporan ilmiah tentang suatu bangsa atau laporan etnografi suku bangsa tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dengan empat tahapan ini maka penelitian etnografi dapat terlaksana secara sempurna. Tahapan ini merupakan metode penelitian yang sederhana dalam melakukan penelitian etnografi.

Ke-empat tahapan ini harus dilakukan semuanya mengingat penelitian etnografi adalah penelitian yang menekankan gagasan kebudayaan dengan terikat pada persoalan-persoalan etnis dan lokasi geografis. Tetapi sekarang hal itu telah diperluas dengan memasukan kelompok dalam suatu organisasi. Oleh karena, tahapan-tahapan diatas sudah menjadi kegiatan yang saling melengkapi dan tidak bisa ditinggalkan satu-sama lainnya. Jika salah satu tahapan tidak dilakukan maka penelitian etnografi akan mengalami kendala yang bisa membatalkan penelitian. Dan juga penelitian akan mengalami kegagalan serta terhenti pada proses penelitiannya.
Tahapan Penelitian Etnografi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn