Peran Pranata-Pranata Sosial Dalam Menerapkan Aturan Sosial Dan Mengendalikan Perilaku Menyimpang

Jumat, 30 Januari 2015

Peran Pranata-Pranata Sosial Dalam Menerapkan Aturan Sosial Dan Mengendalikan Perilaku Menyimpang

Pengertian Pranata Sosial Atau Institusi Sosial

Pranata sosial adalah suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat.

Sistem norma, yaitu sejumlah aturan sosial atau pedoman perilaku yang pantas, yang menjadi kesepakatan semua anggota masyarakat untuk dipegang dan dijadikan pedoman untuk mengatur kehidupan bersama. Apa perbedaan institusi negara dengan institut?

Institusi adalah sistem norma atau aturan yang ada, sedangkan institut adalah wujud nyata/konkret dari norma-norma tersebut. Misalnya, sebuah keluarga yang dibangun oleh sepasang suami istri tentu mempunyai aturan dan norma tertentu. Masyarakat mempunyai aturan tersendiri bagaimana seorang lelaki meminang sampai dengan mengadakan pesta pernikahan. Semua aturan dan norma itulah yang dinamakan dengan pranata, sedangkan keluarga yang terbentuk itu dinamakan dengan lembaga. Lembaga disebut juga dengan asosiasi.

Pranata merupakan seperangkat aturan yang berkisar sekitar kegiatan atau kebutuhan sosial tertentu. Atau dapat dikatakan pranata merupakan prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang bergabung dalam suatu kelompok masyarakat yang disebut sosial.

Ciri-Ciri Pranata dan Fungsi Pranata

Sebuah komunitas di mana manusia tinggal bersama membutuhkan pranata demi tujuan keteraturan. Semakin kompleks kehidupan masyarakat semakin kompleks pula pranata yang dibutuhkan atau yang dihasilkan guna pemenuhan kebutuhan pokoknya dalam hidup bersama. Pranata berjalan seiring dengan semakin majunya masyarakat.

Ciri-ciri pranata sebagai berikut.
  1. Pranata secara khusus terwujud dalam asosiasi.
  2. Segala kegiatan manusia yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan, selalu berkaitan dengan pranata sebagai pengaturannya dan asosiasi sebagai kumpulan orang-orangnya.
  3. Suatu institusi sosial, mempunyai suatu tradisi baik tertulis ataupun tak tertulis, yang merumuskan tujuan, tata tertib, dan lain-lain.
  4. Lambang-lambang biasanya juga merupakan ciri yang khas dari institusi sosial. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi institusi yang bersangkutan. Sebagai contoh, kesatuan- kesatuan universitas, akademi, dan lain-lainnya masing-masing mempunyai lambang yang berbeda.
  5. Institusi sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipakai untuk mencapai tujuannya, misalnya bangunan, peralatan, mesin-mesin. Bentuk serta penggunaan alat-alat itu, biasanya berlainan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
Fungsi pranata atau fungsi institusi sosial sebagai berikut.
  1. Dengan institusi tersusun atas objek-objek budaya materiil, pola-pola khusus tingkah laku, peranan dan harapan, seperangkat sikap, dan lain-lain.
  2. Dengan institusi memberikan petunjuk untuk mengadakan sosial kontrol terhadap tingkah laku para anggota masyarakat.
  3. Dengan institusi, melalui sistem nilai dan pola tingkah laku serta sistem sanksi dalam kontrol sosial, mempunyai pengaruh terhadap keutuhan dari institusi itu.
  4. Dengan institusi dapat memberikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggota dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat.
  5. Dengan institusi dapat menyiapkan para anggota berpartisipasi secara aktif dalam peranan-peranan yang ditentukannya.
  6. Dengan institusi berfungsi mewujudkan beberapa kebutuhan utama manusia, seperti untuk pakaian, makanan, peralatan, dan lain-lain.
Karena adanya berbagai kegiatan dan kebutuhan sosial maka terdapat berbagai pranata pada berbagai bidang kehidupan. Telah dijelaskan bahwa wujud konkret dari pranata adalah asosiasi. Yang dimaksud asosiasi (association) adalah suatu grup yang diorganisir secara sadar untuk mengejar suatu kepentingan tertentu. Jadi, asosiasi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan.

Di dalam mencapai tujuannya, manusia dapat menempuh 3 cara, yaitu sebagai berikut.
  1. Mereka mengejar tujuan itu dengan cara berkonflik dengan yang lain. Cara ini bila tidak disalurkan dengan peraturan yang keras akan sangat membahayakan kehidupan masyarakat itu sendiri.
  2. Mereka dapat bertindak sendiri secara bebas. Masing-masing mengikuti caranya sendiri tanpa memikirkan orang lain, tetapi tindakan asosiasi ini hanya sedikit kemungkinannya terhadap masyarakat. Oleh karena itu, manusia yang satu hidup bersama-sama manusia lain.
  3. Manusia dapat mencapai tujuannya secara bersama-sama atas dasar kerja sama. Misalnya adat kebiasaan pada masyarakat tani, di mana orang membantu tetangga di waktu panen.
Suatu grup mungkin juga mengorganisasikan dirinya secara sadar dan terang-terangan untuk mengejar kepentingan bersama. Kalau hal ini terjadi pengorganisasian diri secara sadar maka lahirlah asosiasi. Tujuan seseorang menjadi anggota suatu asosiasi adalah karena kepentingan yang ingin dicapai melalui organisasi tersebut.

Macam-macam Pranata Sosial

Dr. Koentjaraningrat membagi lembaga sosial atau pranata-pranata sosial/kemasyarakatan menjadi 8 macam sebagai berikut.
  1. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ilmiah (scientific institutions). Contoh: Metode ilmiah, penelitian, pendidikan ilmiah, dan lain-lain.
  2. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia, menyatakan rasa keindahan dan rekreasi (aesthetic and recreational institutions). Contoh: Seni rupa, seni drama, sport, dan lain-lain.
  3. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan kehidupan kekerabatan (Kinship) atau domestic institutions. Contoh: Pertunangan, perkawinan, perceraian, dan lain-lain.
  4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mata pencaharian tertentu (economic institutions). Contoh: Pertanian, peternakan, perburuhan, industri, dan lain-lain.
  5. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan penerangan, dan pendidikan (educational institutions). Contoh: TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren, dan lain-lain.
  6. Pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan atau alam gaib (religious institutions). Contoh: Gereja, masjid, doa, kenduri, dan lain-lain.
  7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan kelompok atau negara (political institutions). Contoh: Pemerintahan demokrasi, kehakiman, kepartaian, kepolisian, adat, tokoh masyarakat, dan sebagainya.
  8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmani manusia (consultive institutions). Contoh: Pemeliharaan kecantikan, kesehatan, kedokteran, dan lain- lain.
Polisi adalah pelindung masyarakat tanpa membedakan pangkat dan jabatan mereka.
Peran Pranata-Pranata Sosial Dalam Menerapkan Aturan Sosial Dan Mengendalikan Perilaku Menyimpang Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn