Penyebaran Bahasa Lokal di Indonesia

Kamis, 15 Januari 2015

Penyebaran Bahasa Lokal di Indonesia

Penyebaran bahasa lokal di indonesia juga menyebabkan mis komunikasi antara penduduk pendatang dengan penduduk asli. Misalnya komunikasi ini dapat menimbulkan konflik yang mengancam integrasi bangsa. Akan tetapi, kadang terjadinya penyebaran bahasa lokal dapat menimbulkan variasi bahasa yang berkembang di Indonesia.Hal ini dapat memperbanyak khasanah bahasa daerah.

Arti kata dalam bahasa lokal memiliki maksud yang berbeda-beda pula. Ini diakibatkan adanya proses Fonologi dalam penyebaran bahasa lokal. Fonologi sebenarnya adalah Studi tentang pola bunyi bahasa. Studi ini menganalisis persamaan bunyi yang memiliki makan yang berbeda. Walaupun tulisan kata sama mungkin tidak sama maksudnya antara daerah satu dengan daerah lainnya. Misalnya kata “beli” bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta mungkin bermakna transaksi ekonomi atau bagaimana cara mendapatkan barang. Tapi di bali kata “beli” dimaknai sebagai abang atau kakak, begitu pula kata “teh” juga memiliki makna yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya. Kata “teh” bagi orang jawa tengah adalah suatu minuman tetapi bagi masyarakat sunda kata “teh” bermakana kakak perem-puan. Oleh karena itu, penyebaran bahasa lokal dapat menimbulkan suatu pergeseran makna kata dari suatu bahasa daerah.
Penyebaran bahasa lokal menumbuhkan kearifan
Penyebaran bahasa lokal menumbuhkan kearifan
Bahasa lokal suatu daerah juga memiliki kata-kata tabu yang berbeda. Pada umumnya bahasa lokal memiliki kata-kata yang dapat diterima dan tidak dapat diterima dalam masyarakat. Kata yang tidak diterima inilah yang disebut sebagai kata tabu. Setiap daerah memiliki dasar tersendiri dalam mengelompokan kata tabu dalam bahasa kesehari-harinya. Mungkin juga ada bahasa yang memiliki perkataan sama teapi memiliki tingkat ketabuan yang berbeda.
Poses penyebaran bahasa lokal yang menimbulkan benturan makna ini memang menjadi masalah tersendiri terhadap komunikasi antar budaya di Indonesia. Hal ini bisa menghambat eksistensi dari bahasa lokal dan juga menimbulkan. Untuk mengantsipasi kejadian-kejadian itu maka Pemerintah Indonesia mengintegrasikan bahasa lokal menjadi bahasa nasional yang di sebut bahasa Indonesia.

Dialek Sosial Bahasa Lokal

Dialek adalah perbedaan bentuk-bentuk dari satu bahasa yang menjadi ciri dari daerah-daerah atau kelas-kelas sosial tertentu dan yang masih cukup besar persamaan-persamaannya, sehingga orang masih dapat saling memahami. Studi mengenai dialek disebut sebagai sosiolingustik. Secara teknis, semua dialek adalah bahasa, tidak ada sesuatu yang bersifat parsial atau sublinguistis pada dialek dan batas dimana dua dialek yang berbeda itu menjadi dua bahasa yang terpisah, pada garis besarnya adalah batas dimana orang-orang yang berbicara dalam dialek yang satu hampir sama sekali tidak dapat berkomunikasi dengan orang yang berdialek lain.

Konsep dialek sosial ini dipakai dalam menganalisis penyebaran bahasa lokal di Indonesia. Menyebarnya bahasa lokal ke daerah lain di Indonesia menyebabkan bertemunya dua dialek yang berbeda dari masyarakat. Perpaduan dialek dalam penyebaran bahasa lokal akan membawa perubahan kebudayaan dalam aktivitas sehari-harinya. Kharekteristik pembawaan dari kelompok pendatang akan benar-benar terlihat dalam melakukan komunikasi dengan penduduk aslinya. Dengan demikian penyebaran bahasa lokal ini mungkin dapat dipelajari dari kultur dialek sosial yang terjadi di masyarakat. Penyamaan presepsi makna bahasa dan juga penentuan batas-batas dialek dalam komunikasi menjadi kunci dalam menyelesaikan perbedaan dilek.

Disamping masalah besar untuk menentukan batas-batas dialek dan usaha untuk memastikan apakah perbedaan linguistik dalam penyebaran bahasa lokal juga mencerminkan kebudayaan. Dalam penyebaran bahasa lokal juga ada masalah mengapa orang yang komunitas yang sama juga terpengaruh dengan dialek pendatang dan mereka menggunakan dialek yang berbeda. Sebaliknya ada pula yang berbeda dialeknya menggunakan bahasa yang sama dalam berkomunikasi. Yang paling terpenting adalah ketika melakukan dialek dengan bahasa yang berbeda harus mampu mengikuti makna yang akan di bicarakan. Kata-kata yang dipakai sangat tidak mengandung unsur tabu. Jadi Penyebaran bahasa lokal juga akan mempengaruhi dialek dari suatu daerah.

Bila dilihat dari persebaran bahasa tersebut di atas, maka terdapat kesamaan tentang asal usul bahasa Indonesia. Untuk menganalisis permasalahan mengenai bahasa ini, para ahli antropologi harus mengumpulkan data tentang:
  1. Ciri-ciri yang menonjol dari bahasa suku bangsa dapat dikaji dengan jalan mengklasifikasi bahasa-bahasa sedunia pada rumpun, subrumpun, keluarga, dan subkeluarga bahasa yang ada, dengan beberapa contoh yang diambil dari bahan ucapan bahasa sehari-hari. Akan lebih baik bila peneliti dapat melengkapi daftar kata-kata dasar (basic vocabu-lary) suatu bahasa mengenai anggota badan (kepala, mata, hidung, tangan, kaki, dan sebagainya), fenomena-fenomena alam (angin, hujan, panas, dingin, matahari, bulan, awan, langit, dan sebagainya), warna, bilangan, kata kerja pokok (makan, tidur, jalan, berdiri, dan sebagainya).
  2. Menentukan luas batas penyebaran suatu bahasa memang tidak mudah, hal ini disebabkan karena di daerah perbatasan terjadi proses saling mempengaruhi antara unsur-unsur bahasa dari kedua belah pihak. Contoh: Penentuan daerah batas antara bahasa Sunda dan bahasa Jawa. Bahasa di daerah perbatasan terjadi bahasa yang merupakan bahasa campuran. Batas antara kedua bahasa akan lebih jelas bila kedua suku bangsa terpisah oleh lautan, gunung, sungai, atau batas-batas alam lainnya.
  3. Variasi yang ditentukan oleh perbedaan daerah secara geografis terdapat pada suatu suku bangsa yang besar jumlahnya. Contoh: Bahasa Jawa yang diucapkan oleh orang Jawa di Purwokerto, di Tegal, di Yogyakarta, dan di Surabaya terdapat perbedaan logat (dialek) bahasa.
  4. Variasi menurut lapisan sosial dalam masyarakat Jawa yang sangat menonjol adalah terjadinya perbedaan bahasa menurut tingkatan sosial bahasa atau Social Levels of speech.
Contoh:
a) Bahasa Jawa yang dipakai oleh orang di desa.
b) Bahasa Jawa yang dipakai oleh para pegawai (priyayi)
c) Bahasa Jawa yang dipakai Kerabat Keraton (istana)
d) Bahasa Jawa yang dipakai Kepala Swapraja di Jawa Tengah

Kita mengetahui bahwa Negara Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan bermacam-macam pula bahasa daerah yang digunakan, namun bangsa kita mempunyai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia yang secara genealogis, artinya menurut asal-usul dan sejarah penurunannya. Bahasa Indonesia termasuk rumpun bahasa Austronesia.
Penyebaran Bahasa Lokal di Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn