Pengertian Indeks Harga dan Ciri-ciri Indeks Harga (Price Index)

Rabu, 21 Januari 2015

Pengertian Indeks Harga dan Ciri-ciri Indeks Harga (Price Index)

Indeks Harga

Untuk menghitung besar laju inflasi, sebelumnya kita harus mengetahui dulu besarnya Indeks Harga, yaitu perbandingan perubahan harga tahun tertentu (given year) dengan tahun dasar (based year) . Indeks harga biasa digunakan untuk mengetahui ukuran perubahan variabel-variabel ekonomi sebagai barometer keadaan perekonomian, memberi gambaran yang tepat mengenai kecenderungan perdagangan dan kemakmuran.

Beberapa macam indeks harga adalah sebagai berikut.
  1. Indeks harga konsumen (IHK) adalah angka yang menggambarkan perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung bisa berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsimsi aktual masyarakat.
  2. Indeks harga produsen (IHP) adalah perbandingan perubahan barang dan jasa yang dibeli oleh produsen pada waktu tertentu, yang dibeli oleh produsen meliputi bahan mentah dan bahan setengah jadi. Perbedaannya dengan IHK adalah kalau IHP mengukur tingkat harga pada awal sistem distribusi, IHK mengukur harga langsung yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran. Indeks harga produsen biasa disebut juga indeks harga grosir (wholesale price index).
  3. Indeks harga yang harus dibayar dan diterima oleh petani. Indeks harga barang-barang yang dibayar oleh petani baik untuk biaya hidup maupun untuk biaya proses produksi, apabila dalam menghitung indeks dimasukkan unsur jumlah biaya hipotek, pajak, upah pekerja yang dibayar oleh petani, indeks yang diperoleh disebut indeks paritas. Rasio antara indeks harga yang harus dibayar oleh petani dengan indeks paritas dalam waktu tertentu disebut rasio paritas (parity ratio).

Ciri-ciri Indeks Harga

Indeks harga mempunyai ciri-ciri di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Indeks harga sebagai standar sebagai perbandingan harga dari waktu ke waktu.
  2. Penetapan indeks harga didasarkan pada data yang relevan.
  3. Indeks harga ditetapkan oleh sampel, bukan populasi.
  4. Indeks harga dihitung berdasarkan waktu yang kondisi ekonominya stabil.
  5. Penghitungan indeks harga menggunakan metode yang sesuai dan tepat.
  6. Penghitungan indeks harga dilakukan dengan cara membagi harga tahun yang akan dihitung indeksnya dengan harga tahun dasar dikali 100.

Metode penghitungan Indeks Harga

1. Metode penghitungan indeks harga tidak tertimbang
Penghitungan indeks harga tidak tertimbang ada dua macam, yaitu indeks harga tidak tertimbang sederhana (komoditi tunggal) hanya satu barang dan indeks harga tidak tertimbang dengan banyak komoditi (gabungan).
a. Rumus indeks harga tidak tertimbang sederhana:

IHTT = . 100

b. Rumus indeks harga tidak tertimbang gabungan:

n
Pn
Pn . Qo
IHTTG = . 100
o
Po
Po . Qo

Pn = harga pada tahun tertentu (ke–n)
Po = harga pada tahun dasar

2. Metode penghitungan indeks harga yang banyak digunakan
Metode penghitungan indeks harga yang sering digunakan dalam menghitung inflasi adalah metode tertimbang, yaitu:

a. Metode Laspeyres
Metode Laspeyres adalah metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun dasar (Qo) dengan rumus IH Laspeyres.

IL = . 100

b. Metode Paasche
Metode penghitungan angka indeks yang ditimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas barang pada tahun yang dihitung angka indeksnya. (Qn = Kuantitas tahun tertentu) Rumusnya sebagai berikut.

IP = . 100

Keterangan:
IL = Indeks Harga Laspeyres
IP = Indeks Harga Paasche
Po = Harga tahun dasar
Pn = Harga tahun n (tertentu)
Qo = Kuantitas tahun dasar
Qn = Kuantitas tahun tertentu
Pengertian Indeks Harga dan Ciri-ciri Indeks Harga (Price Index) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn