Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Kamis, 22 Januari 2015

Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang jumlah penjual dan pembeli tidak sebanding atau tidak seimbang. Kemungkinan yang terjadi adalah pasar dikuasai oleh satu penjual atau beberapa penjual, sedangkan pembelinya juga satu atau beberapa pembeli yang menguasai pasar. Bentuk-bentuk pasar persaingan tidak sempurna adalah sebagai berikut.

1. Monopoli

Monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh hanya ada satu penjual/produsen di pasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli/konsumen.

Sebab-sebab tumbuhnya monopoli adalah sebagai berikut.
  1. Adanya perlindungan hukum, yaitu diperolehnya hak paten untuk suatu produk.
  2. Pemberian lisensi oleh pemerintah untuk berusaha secara tunggal.
  3. Memiliki modal yang sangat besar sehingga tidak dapat disaingi oleh perusahaan lainnya.
  4. Menguasai bahan mentah yang cukup strategis.
  5. Produk diperoleh secara alamiah karena sangat digemari konsumen.
  6. Pasar tidak luas hanya ada satu penjual yang dapat melayani konsumen secara optimal.

Ciri-ciri pasar monopoli adalah sebagai berikut.
  1. Hanya ada satu penjual dan banyak pembeli.
  2. Tidak ada perusahaan yang dapat membuat barang substitusi yang sempurna.
  3. Rintangan cukup kuat untuk masuk ke pasar monopoli, baik dari segi penguasaan sumber daya alam, biaya produksi yang tidak efesiensi hingga peraturan dari pemerintah.
  4. Pembeli tidak ada pilihan lain dalam membeli barang.
  5. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.

Kelebihan pasar monopoli adalah sebagai berikut.
1. Keuntungan penjual cukup tinggi.
2. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli adalah sebagai berikut.
1. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
2. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
3. Terjadi eksploitasi pembeli.

2. Pasar Oligopoli

Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Ciri-ciri pasar oligopoli adalah sebagai berikut.
  1. Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
  2. Barang yang diperjualbelikan dapat homogen dapat pula berbeda corak (differentiated product).
  3. Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
  4. Satu di antara oligopoli merupakan market leader, yaitu penjual yang memiliki pangsa pasar yang terbesar.

Oligopoli terdiri dari dua macam, yaitu sebagai berikut.
  1. Oligopoli murni (pure oligopol ) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk homogen.
  2. Oligopoli dengan pembedaan (differentiated oligopol ) yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Dampak negatif oligopoli terhadap perekonomian adalah sebagai berikut.
  1. Keuntungan yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang.
  2. Timbul inefisiensi produksi.
  3. Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan.
  4. Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang munculnya inflasi yang kronis.

Kebijakan dalam mengatasi oligopoli adalah sebagai berikut.
  1. Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru ke dalam pasar untuk menciptakan persaingan.
  2. Diberlakukannya undang-undang antikerja sama antar- produsen.

3. Pasar Persaingan Monopolistik

Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang di dalamnya terdapat sejumlah besar penjual/produsen yang menawarkan barang yang sama, tetapi masing-masing memiliki ciri-ciri khusus.

Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut.
  1. Terdapat banyak penjual/produsen di pasar.
  2. Barang yang diperjualbelikan merupakan differentiated product.
  3. Para penjual memiliki kekuatan monopolis atas barang produksinya sendiri. Oleh karena itu, harus memperhitungkan persaingan dengan barang-barang lain yang sama, tetapi berbeda corak.
  4. Untuk memenangkan persaingan, setiap penjual/produsen aktif melakukan promosi iklan.
  5. Keluar masuk pasar relatif mudah dibandingkan dengan pasar oligopoli.
  6. Jumlah perusahaan sangat kecil dibandingkan dengan output total.

Kelebihan pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut.
1. Penjual tidak sebanyak pasar persaingan sempurna.
2. Produsen terpacu untuk berkreativitas.
3. Pembeli tidak mudah berpindah dari produk yang dipakai selama ini.

Kelemahan pasar persaingan monopolistik adalah sebagai berikut.
  1. Biaya mahal untuk ke pasar monopolistik karena untuk masuk pangsa pasar tertentu dibutuhkan riset dan pengembangan produk.
  2. Persaingan sangat berat karena pasar biasanya didominasi oleh produk-produk yang telah ternama.

4. Pasar Monopsoni

Pasar monopsoni adalah suatu bentuk pasar yang dikuasai oleh suatu orang/badan/lembaga pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual/produsen.

5. Pasar Oligopsoni

Pasar oligopsoni adalah suatu bentu pasar yang dikuasai oleh lebih dari dua orang pembeli dengan penawaran dari sejumlah penjual/produsen.

Penentuan harga dan jumlah barang pada pasar persaingan tidak sempurna

1. Harga pada pasar monopoli
Pada pasar monopoli kurva permintaan yang dihadapi juga merupakan kurva permintaan pasar. Hal ini terjadi karena perusahaan merupakan satu-satunya produsen di pasar. Berikut ini merupakan kurva yang menunjukan perolehan laba atau rugi pada pasar monopoli.
Kurva yang menunjukan perolehan laba atau rugi pada pasar monopoli

Kurva tersebut menunjukkan kurva permintaan (D) pada pasar monopoli, di mana kurva di bawahnya adalah kurva Marginal Revenue (MR) atau MR < AR. Hal ini terjadi karena produsen adalah penentu harga (price maker) karena konsumen tidak memiliki alternatif produsen lain. Walaupun demikian pada pasar monopoli harga harus lebih rendah untuk dapat menjual jumlah barang yang lebih banyak.

Seperti pada pasar persaingan sempurna, keuntungan maksimum atau kerugian minimum dapat dicapai jika monopolis berproduksi pada tingkat di mana MC = MR. Perusahaan-perusahaan monopoli tidak selalu memperoleh keuntungan monopoli (keuntungan lebih). Ia juga dapat menderita rugi dalam jangka pendek. Jika dia rugi dalam jangka panjang, dia akan meninggalkan pasar.

2. Harga pada pasar oligopoli
Pada pasar oligopoli harga ditentukan oleh produsen karena konsumen memiliki sedikit alternatif dalam memilih kemungkinan pada siapa dia melakukan pembelian. Karena hanya ada beberapa produsen, kemungkinan saling mengenal antara produsen besar sekali dan enggan untuk bersaing sehingga harga tidak mudah berubah. Namun, apabila ada perusahaan menurunkan harga dengan maksud untuk memperluas pangsa pasarnya, perusahaan lain akan memberikan reaksi berupa penurunan harga pula agar konsumennya tidak berpindah ke perusahaan lain. Akibatnya, terjadi perang harga yang akan merugikan masing-masing oligopolis.

Keadaan demikian dapat terlihat dalam kurva di samping ini. Kurva permintaan yang dihadapi oleh sebuah perusahaan oligopoli berbentuk patah ke dalam (kinked demand curve), artinya apabila ada perusahaan yang menurunkan harga, perusahaan-perusahaan lain akan ikut menurunkan harga yang lebih rendah lagi untuk mempertahankan konsumennya sehingga kurva permintaannya akan sangat inlestis di bawah. Sebaliknya apabila ada perusahaan yang menaikkan harga perusahaan lain tidak akan mengikutinya kalaupun mengikuti akan menaikkan harga sedikit saja sehingga kurva permintaannya berbentuk elastis di bagian atas.
Kurva permintaan pada pasar oligopoli
Pasar Persaingan Tidak Sempurna Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn