Konsep Pendapatan Nasional dan Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional

Kamis, 22 Januari 2015

Konsep Pendapatan Nasional dan Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional

Konsep Pendapatan Nasional

Agar lebih memahami pendapatan nasional, dalam ilmu ekonomi dikenal beberapa konsep pendapatan nasional.

1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) suatu negara pada periode tertentu.

2. Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product/GNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu, termasuk di dalamnya barang dan jasa yang dihasilkan warga negara tersebut yang berada di luar negeri. Barang dan jasa yang dihasilkan warga negara asing yang berada di negara tersebut tidak termasuk GNP.
GNP = GDP Produk Neto terhadap Luar Negeri

3. Produk Nasional Neto (PNN)

Produk Nasional Neto (Net National Product/NNP) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara.

NNP = GNP (Penyusutan Barang Modal)

4. Pendapatan Nasional Neto (Bersih)

Pendapatan Nasional Neto (Net National Income/NNI) adalah nilai dari produk nasional bersih (NNP) dikurangi pajak tidak langsung.

NNI = NNP Pajak Tidak Langsung

5. Pendapatan Perseorangan

Pendapatan perseorangan (Personal Income/PI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima seseorang sebagai balas jasa dalam proses produksi.

Pendapatan perseorangan (Personal Income) ini dapat diperhitungkan dari NNI dikurangi:
  • pajak perseroan, yaitu pajak yang dibayar oleh setiap badan usaha kepada pemerintah;
  • laba ditahan, yaitu jumlah laba yang tetap ditahan (tidak dibagi) di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu, misalnya untuk keperluan perluasan perusahaan;
  • iuran jaminan sosial dan iuran asuransi;
  • dalam personal income ini harus kita tambahkan dengan transfer payment adalah pembayaran-pembayaran dari negara yang dibayarkan kepada orang-orang tertentu, dan pembayaran tersebut bukan merupakan balas jasa atas keikutsertaannya dalam proses produksi tahun sekarang, melainkan sebagai balas jasa untuk tahun-tahun sebelumnya atau pembayaran pada seseorang yang sebenarnya berasal dari pendapatan orang lain.
Contoh transfer pa ment adalah:
a. pembayaran kepada orang yang sudah pensiun,
b. tunjangan para veteran, dan
c. dana-dana sosial (pembayaran untuk para penganggur).

PI = (NNI + Transfer Pa ment) (Iuran Jaminan Sosial + Iuran Asuransi + Laba ditahan + Pajak Perseroan)

6. Pendapatan Bebas

Pendapatan bebas (Disposable Income/DI) adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap untuk dibelanjakan penerimanya. Pendapatan bebas diperoleh dari pendapatan persorangan dikurangi pajak langsung.

DI = PI Pajak Langsung

7. Pendapatan Dibawa Pulang

Pendapatan dibawa pulang (Take Home Pa /THP) adalah pendapatan yang dibawa pulang untuk membayar bermacam-macam kebutuhan. Pendapatan ini memengaruhi permintaan efektif sebab menggambarkan daya beli masyarakat. THP diperoleh dari pendapatan bebas (Disposable Income) dikurangi kewajiban kepada pihak lain, seperti untuk membayar utang.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh penghitungan di bawah ini.

Diketahui (dalam miliar rupiah)
GDP suatu negara Rp 2.000
Pendapatan neto terhadap luar negeri Rp 100
Penyusutan barang modal Rp 50
Pajak tak langsung Rp 40
Pajak perseroan Rp 35
Laba ditahan Rp 50
Iuran asuransi Rp 2
Transfer pa ment Rp 20
Pajak langsung Rp 15

Hitunglah:

a. Personal Income
b. Disposable Income

Jawab:
GDP Rp 2.000
Pendapatan neto terhadap luar negeri (Rp 100)
GNP Rp 1.900
Penyusutan barang modal (Rp 50)
NNP Rp 1.850
Pajak tak langsung (Rp 40)
NNI Rp 1.810
Pajak perseroan (Rp 35)
Laba ditahan (Rp 50)
Iuran asuransi (Rp 2)
(Rp 87)
Rp 1.723
Transfer pa ment Rp 20
Personal income Rp 1.743
Pajak langsung (Rp 15)
Disposable income Rp 1.728

Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional

Penghitungan pendapatan nasional bertujuan mendapatkan taksiran yang akurat mengenai nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara selama satu tahun. Manfaat-manfaat dilakukannya penghitungan pendapatan nasional itu, antara lain sebagai berikut.

1. Menjadi sumber informasi bagi pemerintah

a. Data pendapatan nasional digunakan oleh pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan-kebijakan yang telah diambil. Misalnya, untuk menilai pengaruh kebijakan perubahan tingkat pajak terhadap pengeluaran masyarakat suatu negara.
b. Kecenderungan (trend) perkembangan pendapatan nasional digunakan oleh pemerintah untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan program untuk menanggulangi masalah tersebut. Misalnya, kenaikan pendapatan nasional diikuti dengan peningkatan keinginan masyarakat untuk membeli lebih banyak mobil pribadi. Kenaikan jumlah mobil pribadi akan menimbulkan masalah berupa tidak memadainya lagi lebar jalan raya yang tersedia. Oleh karena itu, pemerintah perlu merencanakan program pelebaran jalan lebih dini.

2. Mengetahui struktur perekonomian

Dari penghitungan PNB, kita dapat mengetahui struktur perekonomian suatu negara. Misalnya, jika sumbangan terhadap pendapatan nasional lebih besar daripada sektor industri, struktur perekonomian negara tersebut bergerak ke negara industri.

3. Mengetahui perekonomian antardaerah

Dengan membandingkan produksi pendapatan daerah dan jumlah penduduk daerah masing-masing, akan diketahui kehidupan ekonomi daerah yang satu berbeda dengan daerah lainnya.

4. Memperkirakan perubahan pendapatan riil

Penghitungan pendapatan nasional memungkinkan suatu negara mengetahui perubahan pendapatan riil penduduknya.

5. Membandingkan kemajuan ekonomi antarnegara

Perhitungan pendapatan nasional memungkinkan dilakukannya perbandingan kemajuan ekonomi antarnegara. Perbandingan itu bisa dilaksanakan berdasarkan wilayah, misalnya antarnegara ASEAN, antarnegara maju, atau antarnegara berkembang.
Konsep Pendapatan Nasional dan Manfaat Penghitungan Pendapatan Nasional Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn