Klasifikasi Iklim

Sabtu, 31 Januari 2015

Klasifikasi Iklim

Faktor-faktor yang mempengaruhi iklim di suatu daerah sangat beragam antara lain letak berdasarkan garis lintang, letak berdasarkan ketinggian tempat, suhu bulanan/tahunan, curah hujan rata-rata, jarak dihitung dengan laut/danau, dan posisi relief dan pegunungan.

1. Iklim Matahari

Iklim matahari adalah yang didasarkan pembagian letak lintang akibat dari penyinaran matahari yang diterima di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS. Daerah 0o lintang adalah daerah panas. Daerah makin mendekati 90o lintang suhu semakin dingin.
Iklim matahari

Dasar perhitungan mengadakan pembagian daerah iklim matahari adalah banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Pembagian daerah iklim matahari didasarkan pada letak lintang di bumi. Garis lintang di bumi dibagi menjadi dua bagian, yaitu 0o - 90o LU dan 0o - 90o LS. Daerah 0o adalah daerah panas sehingga makin mendekati daerah lintang 90o suhunya semakin dingin.

Berdasarkan garis lintang terdapat pembagian iklim matahari di bumi sebagai berikut. 1o o
a. Daerah iklim dingin utara 66 LU − 90 LU. 2 2 1o o
b. Daerah iklim dingin selatan 66 LS − 90 LS. 2 1o 1o
c. Daerah iklim panas (tropis) 23 LU − 23 LU. 2 2 o 1o
d. Daerah iklim sedang utara 35 LU − 66 LU. 2 o 1o
e. Daerah iklim sedang selatan 35 LS − 66 LS. 2 1o o

Daerah subtropik, yaitu daerah yang terletak antara lintang 23 − 35 2 di sebelah utara, maupun sebelah selatan ekuator. Dari pembagian iklim tersebut, Indonesia termasuk iklim tropik (iklim panas). Tiap-tiap daerah iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin keadaan flora dan faunanya berbeda-beda.

2. Iklim Junghun

Iklim Junghun adalah iklim berdasarkan tinggi tempat dan jenis tanaman yang tumbuh baik.
Makin tinggi suatu tempat di permukaan bumi temperaturnya makin dingin dan tekanan udaranya makin kecil. Perbedaan tinggi tempat di permukaan bumi menyebabkan perbedaan jenis tumbuh-tumbuhannya. Ilmuwan asal Jerman bernama Junghun membagi empat tingkat daerah tanaman berdasarkan tinggi tempat sebagai berikut.
  1. Daerah panas (tropik) : tinggi antara 0 - 650 m. Suhu 22o o - 26,3 C. Tanaman: padi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
  2. Daerah sedang: tinggi 650 - 1.500 m. Suhu 17,1o o - 22 C. Tanaman: padi, tembakau, kopi, teh, cokelat, dan sayur-sayuran.
  3. Daerah sejuk: tinggi 1.500 - 2.500 m. Suhu 11,1o o - 17,1 C. Tanaman: kopi, teh, kina, dan sayur-sayuran.
  4. Daerah dingin: tinggi 2.500 m ke atas. Suhu 6,2o o - 11,1 C. Tanaman hanya sebangsa lumut.
Pembagian iklim menurut Junghun.

3. Iklim Koppen

Iklim Koppen adalah iklim yang berdasarkan suhu bulanan, tahunan, dan curah hujan rata-rata. Penyebaran iklim secara horizontal. Batas pembagian iklim ditentukan oleh batas tumbuh-tumbuhan. Curah hujan dan penguapan sangat berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan vegetasi. Tingginya intensitas penguapan menyebabkan air tanah dan tanaman hilang.

Bagian dari curah hujan yang menguap tidak bermanfaat lagi bagi pertumbuhan vegetasi sehingga batas daerah iklim ditentukan oleh batas hidup tumbuh-tumbuhan adanya vegetasi lokal merupakan perwujudan keseluruhan iklim yang ada.

Untuk menentukan ciri temperatur hujan dan ciri hujan digunakan huruf-huruf besar dan huruf-huruf kecil sebagai berikut.
A : Temperatur normal dari bulan-bulan yang terdingin paling rendah 18oC. Suhu tahunan 20o o - 25 C dengan curah hujan rata-rata setahun ± 60 cm.
B : Temperatur normal bulan-bulan yang terdingin di antara 18o o - 33 C.
C : Temperatur bulan-bulan terdingin di bawah 3oC.
D : Temperatur bulan-bulan terpanas di atas 0oC.

E : Temperatur bulan terpanas di bawah 10oC.

F : Temperatur bulan terpanas di antara 0o o - 10 C.
G : Temperatur bulan terpanas di bawah 0oC.
Ciri-ciri hujan:
B : iklim kering hujan di bawah batas kering
f : selalu basah, hujan jatuh dalam semua musim
s : bulan-bulan yang kering terjadi pada musim panas di belahan bumi tempat yang bersangkutan
w : bulan-bulan yang kering terjadi pada musim dingin di belahan bumi tempat yang bersangkutan
m : bentuk peralihan, hujan cukup untuk membentuk hutan dan musim
keringnya pendek
Adapun tipe iklim Koppen adalah sebagai berikut.
a. Iklim A, yaitu iklim khatulistiwa yang terdiri atas:
1) Af : iklim hutan hujan tropis
Dalam bulan yang paling kering hujannya paling sedikit 6 cm.
2) Aw : iklim sabana

b. Iklim B, yaitu iklim subtropik yang terdiri atas:
1) Bs : iklim stepa
2) Bw : iklim gurun

c. Iklim C, yaitu iklim sedang maritim yang terdiri atas:
1) Cf : iklim sedang maritim tidak dengan musim kering
2) Cw : iklim sedang maritim dengan musim dingin yang kering
3) Cs : iklim sedang maritim dengan musim panas yang kering
d. Iklim D, yaitu iklim sedang kontinental yang terdiri atas:
1) Df : iklim sedang kontinental yang selalu basah
2) Dw : iklim sedang kontinental dengan musim dingin yang kering

e. Iklim E, yaitu iklim arktis atau iklim salju yang terdiri atas:
1) ET : iklim tundra
2) EF : iklim dengan es abadi
Karena iklim di pegunungan mempunyai sifat tersendiri maka Koppen masih mengadakan pembagian sebagai berikut.
- Iklim RG : iklim pegunungan di bawah 3.000 m.
- Iklim H : iklim pegunungan di atas 3.000 m.
- Iklim RT : iklim pegunungan sesuai dengan ciri-ciri iklim ET.
Penentuan tipe Koppen dan cara membuat diagramnya.

Untuk menentukan tipe iklim suatu daerah menurut W. Koppen Af, Aw, dan Am dapat ditetapkan sebagai berikut. Dengan menghubungkan jumlah hujan pada bulan terkering dengan jumlah hujan setahun, secara lurus pada diagram Koppen.
Jumlah hujan setahun Diagram Koppen.

Contoh:
Daerah X jumlah hujan bulan terkering 2,5 cm. Jumlah hujan rata-rata satu tahun 1.250 mm. Jika dihubungkan keduanya lurus terletak pada Aw maka daerah X menurut iklim Koppen tipenya Aw.
Peta iklim Indonesia menurut Koppen.

Iklim Schmidt-Ferguson

Klasifikasi Iklim Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn