Interaksi Dalam Ekosistem

Sabtu, 24 Januari 2015

Interaksi Dalam Ekosistem

Anda telah mengetahui bahwa di dalam ekosistem terjadi hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) atau dengan lingkungan. Di dalam ekosistem tersebut dapat dijelaskan terjadi saling ketergantungan antara komponen biotik dengan komponen abiotik dan di antara komponen biotik sebagai berikut.

Interaksi antara Komponen Biotik dan Abiotik

Tanaman padi selain membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis sebagai penghasil sumber makanannya, juga membutuhkan udara sekitar untuk bernapas serta membutuhkan air dan tanah agar dapat tumbuh. Cacing tanah membutuhkan sisa-sisa bahan fragmen (remukan) tanaman padi sebagai makanannya dan membuat lubang tanah sebagai tempat tinggalnya. Setelah cacing tanah mati akan terurai menjadi bahan organik (zat hara) seperti karbon, nitrogen, oksigen, pospor, dan belerang di dalam tanah atau yang terdapat di atmosfer bagi kebutuhan tanaman padi untuk kelangsungan hidupnya.

Dari contoh tersebut dapat Anda simpulkan bahwa di antara komponen-komponen abiotik seperti udara, tanah, air, dan cahaya serta komponenkomponen biotik, yaitu padi dan cacing terjadi interaksi atau hubungan sehingga terjadi saling ketergantungan.

Interaksi Antarkomponen Biotik

Interaksi antarkomponen biotik dapat terjadi antara individu dalam populasi maupun individu dalam komunitas.

a. Interaksi Antarindividu dalam Populasi

Coba Anda bayangkan sebuah daerah kebun kelapa seperti pada Gambar 10.2. Di tempat tersebut ternyata terdapat populasi tumbuhan dan hewan. Coba temukan adanya interaksi antara individu-individu itu!
Setiap pohon kelapa merupakan individu dan kumpulan seluruh pohon kelapa sejenis yang tumbuh di kebun merupakan populasi. Di dalam populasi kelapa pada saat berbunga, ketika angin bertiup akan menyebabkan serbuk sari berterbangan dari pohon satu ke pohon lainnya sehingga terjadilah penyerbukan silang. Peristiwa terjadinya penyerbukan silang merupakan interaksi antarindividu di dalam populasi. Interaksi pada tumbuhan terlihat tidak begitu jelas, interaksi akan terlihat jelas pada hewan atau manusia.

b. Interaksi Antarindividu dalam Komunitas

Interaksi antarindividu dalam komunitas dapat terjadi antarindividu sesama jenis dalam populasi seperti yang baru saja kita bicarakan maupun interaksi terjadi antarindividu berbeda jenis atau berbeda populasi. Ingat kembali, komunitas terdiri atas kumpulan species populasi dalam suatu habitat.

Jika kita lihat di kebun kelapa juga terjadi interaksi antarindividu dalam komunitas seperti pada Gambar 10.2. Pada saat tanaman kelapa berbunga, datang sepasang kupu-kupu mengisap madu sebagai makanannya, di kebun itu juga ada seekor burung kutilang yang sedang membuat sarang di atas pohon, serta seekor burung elang bertengger di pelepah pohon kelapa sedang mengawasi tikus-tikus di sawah sebagai makanannya, karena burung elang sebagai predator juga dapat memakan burung kutilang ataupun kupu-kupu di kebun itu.

Dengan demikian dapat dikatakan, setiap jenis makhluk hidup mempunyai fungsi masing-masing di dalam ekosistem, yaitu makhluk hidup sebagai produsen, konsumen, pengurai (perombak), dan detritivor.

1) Produsen
Di dalam ekosistem ada makhluk hidup yang dapat membuat/mencukupi kebutuhan dirinya sendiri yang disebut produsen primer (autotrof). Jenis makhluk hidup autotrof ada dua macam, yaitu makhluk hidup mensintesis makanannya dari molekul anorganik dengan bantuan energi sinar matahari yang disebut fototrofik. Contohnya, semua tumbuhan hijau, alga, dan bakteri belerang. Ada pada makhluk hidup yang mensintesis makanannya dari molekul anorganik dengan energi kimia yang disebut kemotrofik, contohnya bakteri pendaur nitrogen (Nitrosomonas).

Produsen primer ekosistem darat terdapat pada golongan tumbuhan tingkat tinggi, yaitu dari golongan Angiospermae dan Gymnospermae yang membentuk hutan atau padang rumput, sedangkan pada ekosistem air terdapat golongan tumbuhan tingkat rendah, yaitu alga.

2) Konsumen
Konsumen di dalam ekosistem adalah semua makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri yang disebut heterotrof, sehingga makhluk hidup tersebut hanya dapat menelan atau mencerna sebagian, bahkan keseluruhan makhluk hidup lain sebagai bahan makanan organik.

Ada beberapa tingkatan untuk makhluk hidup heterotrof, yaitu sebagai berikut.
  1. Konsumen tingkat pertama (primer). Organisme ini akan memakan organisme produsen (tumbuh-tumbuhan) sebagai makanannya yang disebut herbivora. Herbivora ekosistem darat meliputi Insekta, Aves, Reptil, dan Mamalia. Herbivora yang termasuk dalam golongan Mamalia meliputi Ungulata (hewan yang berkuku ganjil atau genap seperti sapi, kerbau, rusa, kuda dan lain-lain) dan Rodentia (hewan pengerat dan penggerek seperti ulat penggerek daun pisang, daun jati, dan lainlain). Sedangkan herbivora air meliputi udangudangan kecil dan Moluska, hewan dari jenis ini ada yang pemakan fitoplankton, pemakan bubuk sampah dan penyaring renik air seperti hepepoda, remis, larva kepiting, dan kutu air. Hewan-hewan itu bersama-sama dengan Protozoa merupakan komunitas terbesar zooplankton sebagai pemakan fitoplankton. Pada tingkatan ini ada tumbuhan yang hidup sebagai parasit seperti tali putri yang hidup menempel di tanaman perdu atau benalu yang hidup menumpang pada pohon inang. 
  2. Konsumen tingkat kedua disebut karnivora sekunder yang merupakan organisme pemakan produsen dan pemakan konsumen. Contohnya, kucing makan nasi kemudian makan tikus.
  3. Konsumen tingkat ketiga disebut karnivora atau sebagai predator karena organisme itu makan mangsanya dengan cara berburu, menangkap, membunuh, dan memakannya seperti harimau memburu dan menangkap rusa kemudian menerkam (membunuh) dan memakannya. Jika predator itu lebih kecil dari mangsanya disebut parasit, contohnya kutu yang menempel pada kerbau dan apabila sebagai pemakan hewan yang telah mati disebut pemakan bangkai. Contohnya, heina dan burung nazar yang memakan bangkai rusa.

3) Pengurai (Perombak) dan Detritivor
Jika suatu ketika Anda menemukan tumbuhan atau hewan yang telah mati dan keadaannya masih utuh (segar), apakah setelah selang beberapa hari atau beberapa minggu bahkan sampai beberapa tahun keadaannya masih utuh atau tinggal sebagian bahkan sudah hilang sama sekali? Tidak demikian bukan?

Setelah beberapa waktu, tumbuhan atau hewan yang mati akan hancur menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan akhirnya akan hilang.

Hal itu dapat terjadi karena adanya kegiatan organisme pengurai (perombak). Organisme pengurai mengeluarkan enzim selulosa, tumbuhan, atau hewan menjadi lunak kemudian dirombak dan terurai menjadi bagian kecilkecil lalu diserapnya. Terdapat sisa-sisa bahan fragmen (remukan atau hancuran kecil-kecil lembut) yang disebut detritus, kemudian ada organisme yang masuk menembus ke dalam tubuh tumbuhan atau hewan itu kemudian mencerna atau memakan detritus, organisme tersebut disebut detritivor.
Jenis-jenis detritivor darat bertubuh besar seperti keluwing, kutu kayu, dan cacing tanah, sedangkan jenis detritivor renik seperti belatung, rayap dan nematoda. Jenis-jenis detritivor pantai seperti siput pantai, cacing pantai, dan tripang.
Interaksi Dalam Ekosistem Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn