Filum Porifera

Selasa, 27 Januari 2015

Filum Porifera

Nama Porifera berasal dari bahasa latin, porus yang berarti lubang, dan ferre yang berarti membawa atau mempunyai. Porifera adalah salah satu contoh Avertebrata. Berdasarkan asal katanya, Porifera ini merupakan kelompok hewan yang mempunyai pori. Tahukah Anda bunga karang seperti yang tampak pada Gambar 8.3 Bunga karang ini merupakan jenis hewan dari kelompok Porifera, sangat sulit dibayangkan bukan, karena bila dilihat bentuknya seperti tumbuh-tumbuhan. Apabila Anda pergi ke pantai dan menemukan bunga karang,

Hewan sederhana ini selama hidupnya menetap di karang atau permukaan benda keras lainnya di dasar air. Hewan ini tidak mempunyai alat gerak dan setelah dewasa melekat pada suatu dasar sehingga bersifat sessile. Ada sekitar 5000 species yang telah diketahui dan beberapa di antaranya hidup di air tawar tetapi sebagian besar hidup di laut.
Bunga karang
Bunga karang

1) Ciri-Ciri Umum Porifera

Bunga karang mempunyai bentuk beraneka ragam. Ada yang berbentuk seperti tabung, jambangan, piala, terompet, dan ada pula yang seperti tumbuhan, yaitu bercabang-cabang. Jadi, sebagian besar berbentuk asimetrik. Tubuhnya kebanyakan berwarna abu-abu, ada juga yang berwarna merah, kuning, biru, dan hitam. Beberapa di antaranya mempunyai rongga tubuh yang tunggal, adapun lainnya mempunyai jaring-jaring rongga tubuh yang rumit. Ada yang mempunyai rangka keras serupa dengan kaca atau seperti kulit Molusca, ada yang mempunyai rangka dengan bahan liat serupa bahan tanduk pada sapi.

Jika Anda mengamati dengan cermat, akan terlihat dasar tubuh bunga karang ini lunak berwujud kantung berdinding tebal yang berlubang-lubang/ berporus/pori (ostium). Jadi, tubuhnya memiliki rongga tubuh (spongosol) yang permukaannya berpori. Melalui porus inilah air dialirkan masuk menggunakan flagel-flagel, yaitu berupa penjuluran-penjuluran yang berbentuk rambut serupa dengan silia, tetapi lebih panjang dan lebih sedikit dalam jumlahnya. Air keluar dari rongga tubuh melalui lubang keluar yang dinamakan oskulum. Setiap ostium memiliki saluran yang menghubungkan ke spongosol. Dengan peristiwa ini, coba Anda pikirkan cara hewan ini makan! Bagaimana cara kita membuktikan adanya sistem saluran pada Porifera? Agar lebih jelas, lakukan kegiatan berikut ini!

Dari kegiatan akan tampak air yang mengalir melalui sistem saluran/ rongga yang terdapat flagel dan terus bergerak sehingga menyebabkan aliran air. Bagaimana sistem saluran airnya? Perhatikan Gambar 8.4 berikut ini!
Ada tiga sistem saluran air pada Porifera, yaitu tipe ascon, sycon, dan rhagon. Tipe ascon adalah tipe yang paling sederhana, lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran lurus langsung ke spongosol. Pada tipe sycon, lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran bercabang ke rongga yang berhubungan langsung dengan spongosol. Adapun untuk tipe rhagon lubang-lubang ostium dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubungan langsung dengan spongosol.
Sistem saluran air pada Porifera
Sistem saluran air pada Porifera
Tubuh Porifera tersusun dari banyak sel dan sel-selnya ini meskipun sangat sederhana tetapi sudah memiliki tugas sendiri-sendiri, yaitu ada yang bertindak sebagai kulit, penangkap makanan, pengedar makanan, dan penyusun rangka. Susunan tubuhnya ada dua lapisan/diplobastik, yaitu sebagai berikut.
Irisan melintang tubuh Porifera
Irisan melintang tubuh Porifera

a) Lapisan luar, tersusun oleh sel-sel epidermis berbentuk pipih yang disebut pinakosit dan sebagai kulit luar.
b) Lapisan dalam yang tersusun oleh sel-sel leher/koanosit berbentuk seperti corong yang memiliki flagel, vakuola, dan nukleus.
Di antara kedua lapisan ini terdapat mesenkim/mesoglea yang berisi bahan gelatin/jeli dan bersifat koloid yang terdapat sel-sel amoebosit bebas. Mesenkim ini berfungsi untuk mengedarkan zat-zat makanan ke sel-sel lainnya dan zat sisa metabolisme dari satu sel ke sel lainnya. Terdapat juga rangka (spikula atau sporogin), yaitu merupakan duri-duri penguat dinding yang lunak dan dapat tersusun dari zat kapur, zat kersik (silikat), atau protein.

Jika Anda ingin mengamati bentuk spikula, Anda dapat mengambil sedikit bagian tubuh bunga karang, kemudian letakkan pada objek glass dengan menggunakan pinset, lalu tetesi air dan tutup dengan cover glass. Amati di bawah mikroskop, maka akan tampak bentuk-bentuk spikula seperti pada Gambar 8.6. Jika ingin membedakan spikula dibentuk dari zat kapur atau silikat dapat ditetesi dengan HCl 10%. Perhatikan yang terjadi dan amatilah! Bandingkan dengan Gambar 8.6 di samping!
Macam-macam spikula
Macam-macam spikula
Macam-macam spikula 1, 3, 5, 8, 9 : Spikula dari kapur 2, 4, 6, 7, 10 : Spikula dari silikat
Kelompok Porifera ini belum mempunyai sistem saraf, tetapi apabila mendapatkan rangsang yang berupa sentuhan, terutama pada daerah oskulum, maka rangsang tersebut akan diteruskan dari sel ke sel secara lambat. Tetapi untuk sistem pencernaannya masih sangat sederhana dan berlangsung secara intrasel, gerakannya seperti pada aliran air, air yang membawa makanan biasanya berupa plankton dan oksigen yang terlarut. Makanan tersebut ditangkap oleh sel leher kemudian dicerna dalam vakuola dan sari-sarinya akan diangkut oleh sel-sel amoebosit dan diedarkan ke seluruh tubuh, sedangkan sisa makanannya dikeluarkan melalui sel leher ke dalam air melalui spongosol.

2) Perkembangbiakan Porifera

Cara Porifera berkembang biak, yaitu secara aseksual maupun seksual. Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembentukan kuncup dari dinding tubuhnya ke arah luar. Kuncup yang terbentuk dilepaskan dan akan tumbuh menjadi Porifera baru atau dapat pula tetap melekat membentuk suatu koloni. Pembentukan kuncup ini dapat terjadi bila kondisi kurang menguntungkan, yaitu bila keadaan kering atau keadaan dingin.

Pada Porifera air tawar akan terbentuk gemmulae atau plasma benih yang merupakan kumpulan sel-sel di dalam mesenkim yang terbungkus kuat dan tebal. Jika induknya mati, maka gemmulae akan tumbuh menjadi kuncup dan menjadi Porifera baru.

Reproduksi Porifera secara seksual, yaitu dengan pembentukan arkeosit yang mengandung sperma dan ovum. Jika terjadi penyatuan sperma dan ovum yang berada di mesoglea, maka akan terbentuk zigot. Zigot ini akan berkembang menjadi larva bersilia, kemudian berenang meninggalkan induknya dan akan menempel pada suatu dasar dan hidup sebagai individu baru. Karena dalam satu tubuh menghasilkan dua sel kelamin, maka Porifera ini bersifat hemaprodit, perlu diingat pembuahan ini terjadi dari sperma yang berasal dari jenis induk Porifera yang lain, jadi tidak berasal dari induk yang sama.

3) Jenis-Jenis Porifera

Telah kita ketahui bahwa spikula tersusun dari zat kapur dan dari silikat, apakah Anda sudah mengamati dan membuktikan seperti pada kegiatan sebelumnya? Dengan dasar zat penyusun inilah jenis Porifera ini digolongkan. Beberapa kelas Porifera adalah sebagai berikut.

  • Kelas Calcarea, golongan Porifera ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kapur. Umumnya hidup di air laut yang dangkal. Misalnya, Scypha gelatinosa, Grantia, Leucosolenia.
  • Kelas Hexactinellida, golongan ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik/silikat.
Grantia
Grantia

Hidupnya di laut yang dalam, misalnya Pheronema sp., Euplectella, Regadrella sp.
  • Kelas Demospongiae, kelas ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik dan protein (spongin) atau hanya spongin saja. Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton. Hidup di laut yang dangkal, mempunyai jumlah anggota yang paling banyak, misalnya Euspongia officinalis (spons mandi), Spongilla, Haliclona, Microciona, Corticium.


Euplectella aspergilum
Euplectella aspergilum

4) Peranan Porifera bagi Kehidupan

Hewan Porifera tidak ada yang merugikan bagi kehidupan kita, tetapi ada yang dapat berguna untuk kehidupan kita, yaitu dari golongan Demospongiae, khususnya Euspongia officinalis. Bila dikeringkan, Euspongia officinalis dapat digunakan sebagai spons untuk alat penggosok badan sewaktu mandi atau dapat digunakan sebagai pembersih kaca. Ada juga yang memanfaatkannya untuk hiasan, yaitu dari Porifera yang sudah mati.
Demospongiae
Demospongiae
Filum Porifera Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn