Filum Annelida

Senin, 26 Januari 2015

Filum Annelida

Filum cacing yang lain adalah Annelida (annulus berarti cincin kecil), artinya bentuk cacing ini seperti cincin atau gelang-gelang. Anggota filum ini adalah cacing tanah. Pernahkan Anda melihat cacing tanah? Habitat cacing ini pada tanah yang lembap, dan air. Ada yang hidup bebas dan ada juga yang hidup sebagai parasit.
Annelida
Annelida

Morfologi dan Fisiologi Annelida

Dari hasil Kegiatan Kelompok 5 yang telah Anda lakukan, dapat diketahui golongan cacing ini mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Jika Anda amati, cacing tersebut sudah mempunyai rongga sejati disebut triplobastik selomata. Bentuk tubuhnya bersegmen-segmen dilapisi oleh kutikula, tersusun oleh gelang kecil yang dibatasi dengan sekat berbentuk seperti cincin atau gelang. Jika cacing ini dipotong menjadi dua bagian yang sama, maka bentuk tubuhnya simetri bilateral.

Tahukah Anda bahwa Annelida ini mempunyai sistem pencernaan sempurna yaitu mulut, faring, esofagus, tembolok, usus halus, dan anus. Selain itu, juga mempunyai sistem ekskresi berupa nefridia. Respirasinya melalui permukaan tubuh atau insang. Pada tiap-tiap segmen terdapat organ ekskresi, sistem saraf, dan sistem reproduksi.

Perkembangbiakan Annelida

Bagaimana cacing ini berkembang biak? Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi penebalan epidermis yang disebut klitelum . Alat ini dapat digunakan untuk kopulasi dan akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk membentuk kokon, yaitu tempat/ wadah telur yang telah dibuahi.

Meskipun Annelida ini bersifat hemaprodit, tetapi pada saat terjadinya pembuahan harus dilakukan pada dua individu dengan saling memberikan sperma yang disimpan dalam reseptakulum seminis. Setelah selesai terjadinya perkawinan, maka kokon akan lepas dan berisi butir-butir telur yang telah dibuahi.

Jenis-Jenis Annelida

Seperti yang telah Anda lakukan pada Kegiatan Kelompok 5, jika Anda meraba permukaan tubuh cacing ini akan seperti terasa duri/rambut halus disebut seta. Seta ini berguna untuk bergerak. Bagaimana dengan hasil pengamatan Anda? Dengan dasar ada tidaknya seta, maka filum ini dibagi menjadi kelas yaitu Polychaeta, Oligochaeta, dan Hirudinea.

a) Polychaeta

Sesuai dengan namanya, kelompok cacing ini berambut banyak. Tiap segmen dilengkapi dengan parapodia, yaitu semacam kaki yang terdapat pada sisi kanan dan kiri tubuhnya. Kepala dapat terlihat jelas dan bermata. Anggota species cacing jenis ini paling banyak di antara cacing yang lain. Habitat berada di laut.

Pada cacing ini, alat kelamin cacing jantan dan betina sudah dapat dibedakan, larvanya bersilia, dan dapat bergerak bebas yang disebut dengan trokopor. Pada saat musim kawin, bagian tubuh tertentu membentuk gonad . Pembuahan dapat terjadi di luar tubuh.

Anggota yang terkenal jenis ini adalah cacing palolo (Eunice viridis) dan cacing wawo (Lysidice oele). Di negara kita banyak terdapat di daerah Maluku, pada musim tertentu akan muncul di permukaan air laut. Cacing ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan yang mengandung protein tinggi.

b) Oligochaeta

Bentuk cacing Oligochaeta berkebalikan dari cacing Polychaeta, yaitu mempunyai sedikit seta/rambut, tidak mempunyai mata dan parapodia. Misalnya, cacing tanah (Pheretima sp.) berada di Asia, Lumbricus sp. berada di Amerika. Ciri-ciri dari cacing ini sudah Anda ketahui, melalui Kegiatan Kelompok 5.

Cacing tanah mempunyai peranan penting dalam menyuburkan tanah, mengapa? Makanan cacing ini adalah zat-zat organik. Setelah zat-zat sisa organik dimakan cacing, selanjutnya dicerna di dalam usus yang dibantu oleh enzim selulose. Jika cacing mengeluarkan feses, maka akan dikeluarkan di permukaan tanah. Feses tersebut masih banyak mengandung kalium fosfor dan nitrogen sehingga tanah di permukaan menjadi subur, selain itu, cacing tanah ini banyak membuat lubang di dalam tanah sehingga pada tempat tinggalnya terdapat aerasi/pertukaran udara berjalan dengan baik.

Apakah Anda mengetahui cacing tanah ini juga sangat baik menjaga lingkungan? Dewasa ini telah banyak dikembangkan cara beternak cacing tanah dengan sampah-sampah organik. Cacing ini akan berkembang biak dengan baik dan dapat digunakan untuk makanan ternak dan ikan karena mengandung protein yang tinggi dan sebagian dapat digunakan untuk pupuk. Karena sampah-sampah tersebut dimanfaatkan, maka pencemaran lingkungan dapat dikurangi. Dengan demikian, lingkungan tetap dapat terjaga dengan baik.
Perlu Anda ketahui ada satu species, yaitu Tubifex sp. yang dapat dipakai sebagai “indikator pencemaran air yang berat” cacing ini hidup di got, sungai, dan parit yang tercemar bahan organik biasanya air tersebut berwarna merah. Makanan cacing ini adalah zat-zat organik dalam air tersebut. Jadi, jika tidak ada zat organik dalam air tersebut, maka cacing ini tidak dapat hidup. Dengan demikian apabila dalam suatu peristiwa terdapat banyak cacing Tubifex, maka perairan di daerah itu telah tercemar.

c) Hirudinea

Anggota jenis cacing ini tidak mempunyai rambut, parapodia, dan seta. Tempat hidup hewan ini ada yang berada di air tawar, air laut, dan di darat. Anda pasti sudah mengetahui bila lintah merupakan hewan pengisap darah, pada tubuhnya terdapat alat pengisap di kedua ujungnya yang digunakan untuk menempel pada tubuh inangnya. Pada saat mengisap, lintah ini mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat antipembekuan darah sehingga darah korban tidak akan membeku. Setelah kenyang mengisap darah, lintah itu akan menjatuhkan dirinya ke dalam air.

Bentuk tubuh lintah ini pipih, bersegmen, mempunyai warna kecokelatan, dan bersifat hemaprodit. Pada musim kawin, klitelum akan keluar. Setelah terjadi perkawinan, alat tersebut mensekresikan kokon untuk menyimpan telur dan sperma.
Filum Annelida Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn