Arachnoidea (Labah-Labah) dan Myriapoda

Minggu, 25 Januari 2015

Arachnoidea (Labah-Labah) dan Myriapoda

Pada kelompok Arachnoidea, tubuhnya memiliki kepala (bersatu dengan dada disebut kepala dada) dan perut. Pada kepala terdapat sepasang kelisera, bentuknya meruncing dan ujungnya berlubang sebagai alat sengat berisi kelenjar racun, sepasang pedipalpus sebagai alat capit berbentuk seperti gunting, dan empat pasang kaki; tidak mempunyai antena, bernapas dengan paru-paru buku, trakea, atau kedua-duanya. Kelompok Arachnoidea terdiri atas 3 ordo, yaitu Scorpionidae, Arachnida, dan Acarina .

(1) Scorpionidae (Kala, Kalajengking)

Tubuh Scorpionidae, terdiri atas bagian kepala yang bersatu dengan dada (sefalotoraks) dan perut (abdomen) beruas-ruas, semakin ke belakang semakin mengecil membentuk ekor. Pada sefalotoraks terdapat sepasang alat mulut seperti penjepit yang disebut pedipalpi, fungsinya sebagai alat peraba sekaligus sebagai penangkap mangsanya. Sepasang alat mulut bentuknya kecil disebut kelisera yang berfungsi untuk mengunyah mangsanya, beberapa pasang mata tunggal besar atau kecil serta empat pasang kaki pada bagian sefalotoraks.
Kalajengking
Kalajengking


Pada ruas-ruas abdomen bagian ekor paling ujung, bentuknya membulat dan meruncing, ujungnya merupakan alat sengat yang mengeluarkan racun, berguna untuk melumpuhkan mangsa yang telah ditangkapnya. Sedangkan pada abdomen depan bagian bawah terdapat lubang kecil (stigma) sebagai alat respirasi yang berhubungan dengan saluran trakea.

(2) Arachnida (Labah-Labah)

Tubuh Arachnida (labah-labah) terdiri atas sefalotoraks dan abdomen yang tidak beruas-ruas, bagian antara sefalotoraks dan abdomen meramping. Pada bagian sefalotoraks terdapat sepasang kelisera yang dapat mengeluarkan racun. Fungsi racun ini untuk melumpuhkan mangsanya, terdapat pedipalpus yang digunakan untuk menekan dan mengunyah mangsanya (makanan) dan di antara pedipalpus terdapat lubang mulut kecil.
Labah-labah
Labah-labah

Bagian abdomen tidak beruas-ruas dan pada ujung bagian depan terdapat lubang genital, ujung belakang bagian bawah terdapat kelenjar yang menghasilkan cairan untuk membentuk sarang berupa benang yang membeku.

Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung, usus, rektum, dan anus serta sistem sirkulasi terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Darahnya tidak berwarna dan banyak mengandung banyak sel amuboid. Pembuahan terjadi secara interna dan menghasilkan telur kemudian diletakkan dalam kokon, selanjutnya dilekatkan pada sarangnya atau tetap dibawa oleh betinanya. Apabila telurnya menetas dan keluar anaknya akan langsung bisa berjalan dan mencari makanan berupa serangga. Macam-macam labah-labah, antara lain labah-labah pemburu, labah-labah berduri, labah-labah peloncat, labah angga-angga, dan labah-labah kemlandingan.

(3) Acarinae (Caplak)

Pada Acarinae (caplak) terdapat kepala, dada, dan abdomen yang menjadi satu dan tidak beruas-ruas, memiliki empat pasang kaki beruas-ruas. Caplak ada yang hidup sebagai parasit dan ada pula yang bebas. Jika hidupnya sebagai parasit pada anjing, maka caplak betina akan menghisap darah anjing hingga tubuhnya menggelembung. Bila hendak bertelur, maka akan meloloskan diri dan memilih tempat untuk bertelur, kemudian mati.
Caplak
Caplak
Pada manusia, caplak dapat menyebabkan penyakit kudis, yaitu hidup parasit pada kulit. Caplak ini menyebabkan rasa gatal pada kulit karena caplak betina saat bertelur membuat lubang parit pada kulit dan telurnya diletakkan dalam parit.

d) Myriapoda

(a) Keluwing dan (b) kelabang


Tubuh lipan atau kelabang hanya terdiri atas kepala dan badan. Tidak ada bagian dada. Pada kepala terdapat sepasang mata tunggal, sepasang alat peraba besar, dan sepasang alat peraba kecil yang beruas-ruas. Setiap ruas badan belakang terdapat kaki berpasangan. Pada keluwing, setiap ruas badan terdapat dua pasang kaki yang dikenal dengan “kaki seribu”. Sedangkan pada kelabang terdapat sepasang kaki.

Myriapoda melakukan respirasinya menggunakan saluran trakea yang bermuara pada lubang-lubang kecil (stigma), letaknya pada dinding ruasruas tubuh. Lubang tersebut disebut spirakel. Sistem peredaran darahnya terbuka dan letak jantung pada bagian punggung. Sistem sarafnya adalah sistem saraf tangga tali.

Kelas Myriapoda memilik dua ordo, yaitu sebagai berikut.

(1) Diplopoda
Tubuh hewan ini berbentuk silinder, jumlah segmennya sekitar 25–100, setiap segmennya hanya mempunyai sepasang kaki dan setiap abdomen mempunyai dua pasang kaki dan dua pasang spirakel. Contohnya keluwing, makanan hewan ini berupa tumbuh-tumbuhan dan berkembang biak dengan bertelur.
Adapun makanan keluwing berupa sisa-sisa tumbuhan, sering terdapat di tempat yang lembap pada pembuangan sampah. Jika kita mengganggu hewan ini, maka tubuhnya akan segera menggulung.

(2) Chiplopoda
Hewan ini tergolong hewan pemangsa (predator), makanannya adalah cacing dan serangga. Bentuk tubuhnya pipih, jumlah segmen bisa mencapai 177, setiap segmen mempunyai sepasang kaki, kecuali pada satu segmen di belakang kepala dan dua segmen terakhir. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata. Masing-masing mata mengalami modifikasi menjadi cakar beracun. Lipan atau kelabang bila bertemu mangsanya akan menyerang mangsanya dengan cara menggigit menggunakan kaki beracun yang berguna untuk melumpuhkan mangsa.
Arachnoidea (Labah-Labah) dan Myriapoda Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn