Alga Cokelat (Phaeophyta) dan Alga Merah (Rhodophyta)

Minggu, 01 Februari 2015

Alga Cokelat (Phaeophyta) dan Alga Merah (Rhodophyta)

Alga Cokelat (Phaeophyta)

Perhatikan contoh jenis alga cokelat pada Gambar, bentuk alga tersebut menyerupai tumbuhan tingkat tinggi yang telah mempunyai bentuk seperti akar, batang, dan daun. Apabila Anda ingin mengetahuinya, datanglah ke pantai-pantai karena alga ini sering kali terdampar di daerah tersebut. Alga cokelat ini hidup di air laut, tubuhnya melekat di batu-batuan karena mempunyai alat pelekat, yaitu semacam akar (hold fast), dan talusnya terapung-apung di air laut, mempunyai ukuran tubuh dari yang kecil sampai 30 meter.

Walaupun sangat panjang, tetapi bentuknya masih sangat sederhana dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi. Phaeophyta mempunyai warna cokelat karena adanya pigmen fukosantin yang melapisi warna hijau klorofilnya. Apabila Anda mengamati bentuk tubuhnya, terdapat bentuk seperti buah yang berwarna cokelat juga. Bagian ini merupakan gelembung udara yang berguna sebagai cadangan udara untuk respirasi, jadi merupakan alat pengapung sehingga talusnya dapat terapung di perairan.
Sargassum
Sargassum

Bagaimana daur hidup Phaeophyta?
Daur hidup Fucus sp, salah satu contoh dari alga cokelat

Dari gambar tampak terlihat bahwa alga cokelat seperti alga lainnya, yaitu perkembangbiakannya dilakukan secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan aseksual dengan cara fragmentasi, secara seksual dengan pembentukan alat kelamin, yaitu dengan konseptakel jantan yang terdapat anteridium yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan konseptakel betina terdapat oogonium yang menghasilkan ovum. Jika terjadi pembuahan, maka akan menghasilkan zigot dan tumbuh menjadi individu baru.

Apa peranan alga cokelat bagi kehidupan kita? Alga ini dapat menghasilkan asam alginat. Fungsi asam alginat sangat banyak, yaitu sebagai campuran produk makanan misalnya sirup, es krim, keju, cokelat, dan permen. Sebagai campuran bahan industri untuk lem, obat-obatan, pasta gigi, tekstil, pelapis kertas, dapat juga digunakan sebagai campuran alat-alat kecantikan seperti krim wajah dan lotion. Misalnya, Laminaria, Fucus, Ascophylum, dan Macroycystis. Khusus Macroycystis dapat dibuat untuk makanan suplemen hewan ternak karena kaya akan kandungan natrium, fosfor, kalsium, dan nitrogen.

Selain itu, Macroycystis juga dapat menghasilkan iodine sehingga dapat digunakan untuk mengobati penyakit gondok. Banyak manusia yang mengkonsumsi alga ini dalam bentuk kering sebagai campuran untuk sup, bahkan ada yang memakannya secara mentah.

Alga Merah (Rhodophyta)

Bagaimana bentuk Rhodophyta ? Perhatikan Gambar 7.13! Bentuk Rhodophyta seperti rumput dan orang sering menyebutnya sebagai “rumput laut”. Tubuhnya berbentuk seperti lembaran dan bersel banyak, panjangnya bisa mencapai 1 meter, tubuhnya berwarna merah karena memiliki klorofil dan karatinoid, tetapi warna itu tertutup oleh zat warna merah, yaitu fikoeritrin .
Alga merah
Alga merah
Karena memiliki fikoeritrin, maka tubuhnya berwarna merah dan dapat tumbuh pada kedalaman 200 meter lebih dalam dibandingkan dengan alga lain. Apabila alga ini terdampar di pinggiran pantai warnanya menjadi cokelat, biru, atau hijau tua karena terkena cahaya sehingga pigmennya menjadi rusak. Apabila Anda memegangnya akan terasa licin karena dinding sel luarnya terdiri atas pektin yang berlendir, sedangkan di dalam sel terdiri atas selulosa.

Cara berkembang biaknya sama seperti alga lainnya, yaitu secara aseksual dengan pembentukan spora, dapat pula secara seksual dengan oogami, hanya saja alga ini tidak mempunyai bulu cambuk, jadi tidak dapat bergerak secara aktif.

Apa peranan alga merah bagi kehidupan kita? Rhodophyta ini sering dikenal sebagai rumput laut. Tentu Anda sudah mengetahui pemanfaatan rumput laut. Alga merah ini dikenal sebagai penghasil agar-agar misalnya Eucheuma spinosum, Gellidium cartilagineum, dan Gracilaria lichenoides. Alga ini bisa dimanfaatkan untuk makanan suplemen kesehatan misalnya Porphyra. Untuk jenis Chordus crispus dan Gigartina mamillosa dapat menghasilkan karogen untuk bahan baku obat, pasta gigi, deodoran, kosmetik, dan penyamak kulit. Alga ini juga bisa digunakan untuk makanan ternak, yaitu dapat meningkatkan produksi susu, misalnya Rhodymenia palmata.

Tabel 7.1 Perbandingan Alga Hijau, Alga Cokelat, dan Alga Merah 

Peranan Alga Bagi Kehidupan

Tahukah Anda alga mempunyai menfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Perlu Anda ketahui alga merupakan tumbuhan yang mampu memberi kemungkinan ekosistem baru bagi kehidupan yang sebelumnya tidak mungkin atau sebagai tumbuhan perintis. Misalnya, jenis alga yang hidup di dalam tanah mempunyai peranan penting dalam stabilisasi dan perbaikan sifat fisik tanah dengan mengagregasi partikel-partikel dan menambahkan bahan organik. Di dalam rantai makanan alga sebagai bagian dari fitoplankton berperan sebagai komponen produsen.

Seperti yang Anda pelajari, ada beberapa jenis Chlorophyta yang dapat digunakan sebagai sumber makanan baru, misalnya Chlorella dan Ulva karena cukup mengandung protein yang tinggi. Demikian juga rumput laut dari alga coklat yang berperan sangat penting dalam dunia industri, yaitu sebagai campuran pembuatan es krim, kosmetik, obat-obatan, dan cat. Sedangkan Rhodophyta menghasilkan agar-agar yang digunakan untuk bahan baku makanan, kosmetika, obat-obatan, pasta gigi, dan deodoran.
Alga Cokelat (Phaeophyta) dan Alga Merah (Rhodophyta) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn