Struktur, Fungsi, dan Proses Sistem Endokrin

Rabu, 31 Desember 2014

Struktur, Fungsi, dan Proses Sistem Endokrin

Sistem endokrin merupakan pengaturan fisiologi tubuh oleh hormonhormon, misalnya, pengaturan kadar gula dalam darah, pembebasan energi melalui proses metabolisme, dan produksi air susu pada perempuan yang sedang hamil. Hormon sering disebut sebagai duta kimia. Diproduksi oleh jaringan atau organ tertentu sesuai dengan kebutuhan dan respons pada jaringan dan organ di seluruh tubuh. Hormon merupakan sejenis protein, disekresikan bila ada rangsangan yang memicunya.

Untuk hormon yang bekerja pada sistem koordinasi, kelenjarnya tidak memiliki saluran khusus sehingga disebut kelenjar bantu. Hormon akan mengalir ke sel-sel atau organ sasaran bersama darah, cairan limfe, dan cairan ekstrasel. Hormon berpindah secara mengalir pula dari sel ke sel atau melalui sinapsis. Jumlah hormon yang dibutuhkan tidak banyak, tetapi memiliki kemampuan kerja yang besar untuk memelihara fungsi normal tubuh.

Letak Kelenjar Endokrin pada Manusia

Sistem hormon dikoordinasi oleh kelenjar pituitari yang dikenal sebagai Master Gland. Kelenjar endokrin yang ada dalam tubuh kita, yaitu pituitari /hipofise, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, anak ginjal (adrenal), testis (pada laki-laki), dan ovarium (pada perempuan).

a. Kelenjar Hipofise

Kelenjar hipofise atau pituitari menghasilkan hormon-hormonnya berdasarkan rangsangan yang datang dari hipotalamus. Contoh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise adalah sebagai berikut.
Letak kelenjar endokrin dalam tubuh
Letak kelenjar endokrin dalam tubuh

  1. Hormon pertumbuhan ( Growth Hormone), berperan merangsang pertumbuhan jaringan-jaringan tubuh, terutama jaringan tulang rawan pada ujung-ujung tulang panjang. Apabila sekresi hormon pertumbuhan berlebihan, akan menyebabkan gigantisme dan akromegali. Gigantisme, yaitu pertumbuhan raksasa, tinggi tubuh lebih dari tinggi rata-rata. Akromegali, yaitu menebalnya tulang wajah dan memanjangnya tulangtulang jari.
  2. Gonadotropin yang terdiri dari FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan LH (Luteini ing Hormone), dengan target kelenjar-kelenjar kelamin (ovarium dan testis) agar memproduksi hormon-homonnya.
  3. Tirotropin (TSH: Tyroid Stimulating Hormone), berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon-hormonnya.
  4. ACTH (Adrenocorticotropic Hormone), berfungsi merangsang kelenjarkelenjar anak ginjal untuk mensekresi hormon-hormonnya.
  5. Prolaktin, berfungsi untuk merangsang kelenjar air susu agar memproduksi ASI.
  6. MSH (Melanosit Stimulating Hormone), berfungsi merangsang aktivitas melanosit.

b. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terletak di daerah leher, di bagian depan kerongkongan. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin dan triiodotironin . Kedua hormon ini bekerja sama mengatur metabolisme organik, mengatur pertumbuhan dan perkembangan, serta mengatur aktivitas saraf. Sintesis hormon tiroksin membutuhkan mineral iodium. Jika konsumsi iodium kurang memadai, hormon tiroksin tidak dapat disintesis.

Rendahnya sekresi hormon dari kelenjar tiroid dapat menyebabkan Hipotiroidisme. Hipotiroidisme semasa bayi dalam kandungan atau semasa kanak-kanak akan menyebabkan timbulnya Kretinisme. Tanda-tandanya, antara lain dwarfisme (cebol) dan retardasi mental (kemunduran mental). Dwarfisme disebabkan oleh kegagalan pertumbuhan tulang, sedangkan retardasi mental disebabkan oleh gagalnya otak untuk berkembang sepenuhnya.

c. Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan Hormon Paratiroid (HPT). Hormon Paratiroid berfungsi menjaga stabilitas kadar kalsium dan fosfat di dalam darah. Jika kadar kedua mineral dalam darah tersebut menurun, kelenjar paratiroid menyekresi HPT. Hormon ini segera melakukan reabsorpsi ion kalsium yang hampir terbuang dalam filtrat ginjal, dan merangsang penguraian ion kalsium dalam tulang. Agar jumlah kalsium dalam tulang tetap stabil perlu bantuan penganti vitamin D.

Vitamin D merangsang penyerapan kalsium dalam usus halus, dan merangsang reabsorpsi ion kalsium pada tulang. Selain menstabilkan kadar kalsium dan fosfat dalam darah, HPT juga merangsang proses osifikasi (pembentukan tulang) pada saat pembongkaran matriks tulang untuk menguraikan ion kalsium. Sambil membongkar matriks tulang, HPT melakukan perubahan pembentukan tulang agar tulang tumbuh semakin panjang atau semakin besar.

d. Kelenjar Pankreas

Kita telah mengenal kelenjar pankreas pada waktu membahas sistem pencernaan makanan. Ke– lenjar pankreas memiliki fungsi ganda. Selain menghasilkan enzim-enzim pencernaan, pankreas juga menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin diproduksi pankreas di bagian yang disebut Pulau Langerhans (Perhatikan Gambar 8.17). Pada bagian ini terdapat sel-sel pankreas yang disebut sel alfa dan sel beta. Sel-sel beta memproduksi hormon insulin yang berfungsi mengurangi kadar gula darah yang melebihi normal dengan cara mengubah gula darah menjadi gula otot (glikogen). Apabila sel alfa dan sel beta mengalami kerusakan, kemampuan– nya memproduksi hormon insulin hilang atau berkurang. Dengan sendirinya produksi hormon insulin berkurang.
Struktur pulau langerhans
Struktur pulau langerhans


Kekurangan hormon insulin menyebabkan pengaturan kadar gula darah tidak berlangsung normal, gula darah cenderung di atas normal (perhatikan Gambar 8.18). Keadaan ini mudah menimbulkan penyakit kencing manis (Diabetes Mellitus).
Mekanisme umpan balik negatif mengatur produksi hormo insulin
Mekanisme umpan balik negatif mengatur produksi hormo insulin


e. Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)

Kelenjar anak ginjal terletak menempel di bagian atas ginjal. Tampak seperti organ tambahan pada ginjal sehingga disebut adrenal. Kelenjar ini terdiri atas dua lapis jaringan, lapisan luar berwarna kuning disebut korteks adrenal, dan lapisan dalam yang terbungkus oleh korteks berwarna merah muda disebut medulla adrena.

Korteks adrenal menghasilkan hormon aldosteron, hormon androgen, dan hormon glukokortikoid, sedangkan medula adrenal memproduksi hormon epinefrin dan neropinefrin. Kedua lapis adrenal memproduksi hormon di bawah pengaruh ACTH (Adreno corticotropic Hormone) yang diproduksi oleh hipofise. garam natrium dan kalium dalam cairan tubuh. Bagian tubuh yang dipengaruhi oleh hormon aldosteron, yaitu kelenjar keringat, ginjal, usus, dan kelenjar liur. Jika tubuh kekurangan hormon aldosteron, akan timbul gejala tekanan darah rendah, dehidrasi berat, dan asidosis (lihat pembahasan tentang ginjal).

Hormon androgen berperan dalam perkembangan kelamin sekunder. Hormon Glukokortikoid berperan dalam metabolisme karbohidrat. Hormon ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Jadi, sifat kerjanya antagonis dengan kerja hormon insulin. Jika hormon ini berkurang (misalnya, akibat kerusakan adrenal), timbul kelainan yang disebut penyakit Addison. Ciri-ciri penyakit ini, di antaranya tubuh lemah, kadar gula darah rendah (hipoglikemia), berat badan turun drastis, tekanan darah rendah, dan mengalami muntah-muntah.

Hormon epinefrin, neropinefrin, dan dopamine bekerja sama mengaktifkan bagian-bagian tubuh yang diatur oleh sistem saraf otonom, seperti denyut jantung, kerja otot polos, kerja saluran pernapasan, kontraksi atau relaksasi otot pembuluh darah, dan kerja otot saluran kencing. Ketiga hormon ini diproduksi adrenal jika ada rangsangan dari sistem saraf yang berkaitan dengan keadaan emosional, misalnya pada saat ketakutan, stres, dan marah.

f. Kelenjar Reproduksi

Kelenjar reproduksi, yaitu ovarium pada perempuan dan testis pada laki-laki. Produksi hormon dari kedua kelenjar tersebut dirangsang oleh FSH dan LH yang diproduksi oleh hipofise. Hipofise memproduksi FSH dan LH yang disebabkan oleh rangsangan dari GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) yang diproduksi oleh hipotalamus. Gonadotropin, yaitu nama umum untuk hormon yang dilepaskan oleh hipofise. Gonadotropin adalah FSH dan LH.

1) Ovarium
Ovarium menghasilkan hormon Estrogen dan Progesteron. Aktivitas ovarium ini berlangsung pada saat anak perempuan beranjak remaja atau pada masa pubertas. Sebelum masa tersebut, ovarium dalam keadaan inaktif. Ovarium ada dua buah, masing-masing mengandung sekitar 200.000 buah bakal sel telur. Setiap bakal sel telur terdapat di dalam kantung yang disebut folikel.

FSH dari hipofisis merangsang pematangan folikel. Folikel matang menghasilkan estrogen. Estrogen mempunyai fungsi untuk merangsang pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada perempuan remaja, memperbaiki selaput endometrium setelah menstruasi, mencegah diproduksinya FSH dari hopofisis, dan merangsang diproduksinya LH pada hipofisis. LH menyebabkan terjadinya ovulasi, yaitu lepasnya ovum dari folikel. Bekas folikel berubah menjadi struktur yang disebut korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan hormon progesteron dan estrogen.

Progesteron berperan dalam membentuk penebalan lapisan endometrium agar siap menerima ovum yang telah dibuahi. Progesteron juga menjaga agar pelekatan lapisan penebalan endometrium terjaga dan mencegah produksi FSH dan LH dari hipofisis. Jika ovum tidak dibuahi, ovum akan mati dan hancur. Korpus luteum menyusut serta tidak dapat memproduksi estrogen dan progesteron. Akibatnya lapisan endometrium luruh (menstruasi), FSH diproduksi lagi dan merangsang pematangan folikel. Mengenai daur menstruasi akan dibahas pada bab reproduksi.

Di atas telah dijelaskan bahwa estrogen dan progesteron menghambat produksi FSH karena adanya FSH, folikel akan menjadi matang. Itulah sebabnya estrogen dan progesteron dipakai sebagai bahan dalam pil KB. Estrogen diperoleh dari umbi Dioscorea yang menghasilkan diosgenin. Diosgenin diproses menjadi estrogen.

2) Testis
Testis menghasilkan spermatozoid dan hormon testosteron. Spermatozoid pembentukannya dirangsang oleh FSH, dan pembentukan hormon testosteron dirangsang oleh LH. Homon testosteron menyebabkan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada laki-laki.

g. Hormon-Hormon di Lambung dan Usus

Jika dibandingkan dengan sistem saraf, hormon lebih berperan dalam pengaturan aktivitas sistem pencernaan, misalnya gastrin, disekresikan oleh beberapa sel tertentu pada dinding lambung. Gastrin merangsang sel dinding lambung lainnya untuk menyekresikan asam hidroklorat. Sekterin, dihasilkan oleh sel-sel sepanjang usus 12 jari untuk merangsang pankreas agar mengeluarkan sejumlah bikarbonat. Bikarbonat ini akan menetralkan asam lambung yang disekresikan oleh dinding lambung.

Macam-Macam Kerja Hormon

Telah dibahas bahwa setiap hormon berpengaruh pada satu jaringan atau organ saja. Sebagai contoh:
  1. TSH merangsang kelenjar tiroid;
  2. ACTH merangsang korteks anak ginjal;
  3. FSH dan LH hanya memengaruhi jaringan gonad.
Akan tetapi, beberapa hormon bisa memengaruhi lebih dari satu jaringan sasaran (target). misalnya:
  1. estrogen, hormon utama pada wanita, menyebabkan pertumbuhan dinding rahim (endometrium) dan kelenjar susu;
  2. vassopressin memengaruhi kerja ginjal dan otot polos pada pembuluh darah;
  3. oksitosin merangsang kontraksi otot polos pada uterus dan saluran kelenjar susu.

Hormon lainnya berpengaruh terhadap banyak fungsi dari suatu jaringan, misalnya, hormon insulin berpengaruh terhadap metabolisme gula pada jaringan lemak, hati, otot rangka, dan produksi glikogen oleh sel alpa (α) dalam pankreas.
Struktur, Fungsi, dan Proses Sistem Endokrin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown