Organisasi Pemuda Bersifat Keagamaan

Minggu, 16 November 2014

Organisasi Pemuda Bersifat Keagamaan

Organisasi Pemuda Bersifat Keagamaan

Organisasi kepemudaan bersifat keagamaan yang berkembang pada masa Pergerakan Nasional, antara lain sebagai berikut.

1) Muda Kristen Djawi (MKD)

Organisasi Muda Kristen Djawi didirikan pada tahun 1920. Pada awalnya organisasi itu menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar dan pergaulan. Akan tetapi, akhirnya diganti dengan bahasa Indonesia setelah nama organisasinya juga diubah menjadi Perkumpulan-Perkumpulan Pemuda Kristen (PPPK).

2) Jong Islamieten Bond (JIB)

Organisasi Jong Islamieten Bond didirikan pada tanggal 1 Januari 1925 oleh Syamsuridjal (Raden Sam). Semula ia menjabat sebagai ketua Jong Java. Karena dua usulnya dalam kongres Jong Java ditolak, Syamsuridjal bersama kawan-kawannya yang sehaluan keluar dan mendirikan Jong Islamieten Bond sebagai organisasi pemuda yang berdasarkan agama Islam. Tujuan Jong Islamieten Bond adalah mempererat persatuan di kalangan pemuda Islam dan memajukan agama Islam bagi anggota-anggotanya. Adapun kegiatannya, antara lain mengadakan kursus-kursus agama Islam, darmawisata, olah raga dan seni, ceramah-ceramah dan kelompok belajar, serta menerbitkan majalah, brosur, dan buku-buku.

Sebelumnya, pada 1926, dua tahun sebelum peristiwa Sumpah Pemuda, para aktivis muda yang berasal dari Jong Theosofen (Pemuda Theosofi) dan Jong Vrijmetselaarij (Pemuda Freemason) sibuk mengadakan pertemuan-pertemuan kepemudaan. Pada tahun yang sama, mereka berusaha mengadakan kongres pemuda di Batavia yang ditolak oleh JIB, karena kongres ini didanai oleh organisasi Freemason dan diadakan di Loge Broderketen, Batavia. Alasan penolakan JIB, dikhawatirkan kongres ini disusupi oleh kepentingan-kepentingan yang berusaha menyingkirkan Islam. Apalagi, Tabrani, penggagas kongres ini adalah anggota Freemason dan pernah mendapat beasiswa dari Dienaren van Indie (Abdi Hindia), sebuah lembaga beasiswa yang dikelola aktivis Theosofi-Freemason.

Jong Islamieten Bond dalam kongresnya yang ketiga, Jogjakarta 23-27 Desember 1927, membicarakan masalah Islam dan kebangsaan juga nasionalisme dalam pandangan Islam yaitu mencintai tanah air, bangsa dan agama. Organisasi ini kelak berperan banyak dalam penyelenggaraan Kongres Pemuda II bersama Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Indonesia, dan beberapa organisasi pemuda lainnya.

3) Persatuan Murid-Murid Diniyah School (PMDS)

Persatuan Murid-Murid Diniyah School adalah organisasi pemuda yang dibentuk di dalam lingkungan sekolah keagamaan (Diniyah School). Organisasi ini didirikan oleh Zainuddin Labai El Yunusy di Padang Panjang (Sumatera Barat) pada tanggal 10 Oktober 1915.
Organisasi Pemuda Bersifat Keagamaan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn