Masuknya Bangsa Portugis dan Bangsa Spanyol Ke Indonesia

Kamis, 20 November 2014

Masuknya Bangsa Portugis dan Bangsa Spanyol Ke Indonesia

Bangsa-bangsa Barat melalui penjelajahan samudra, berhasil mencapai Indonesia. Bangsa Barat yang berhasil mencapai Indonesia, antara lain bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia pada awalnya melalui persekutuan perdagangan. Persekutuan perdagangan bangsa Eropa berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia melalui praktik monopoli.

1. Bangsa Portugis Memasuki Indonesia

Melalui penjelajahan samudra, bangsa Portugis berhasil mencapai India (Kalikut) pada tahun 1498.Bangsa Portugis berhasil mendirikan kantor dagangnya di Goa (1509). Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka. Selanjutnya, Portugis mengadakan hubungan dagang dengan Maluku yang merupakan daerah sumber utama rempah-rempah di Indonesia.

Pada tahun 1512 Alfonso de Albuquerque mengirimkan beberapa buah kapal ke Maluku. Pada awalnya masyarakat Maluku menyambut baik dan saling berebut menanamkan pengaruh kepada Portugis. Hal ini dimaksudkan agar Portugis dapat membeli rempah-rempah dan membantu masyarakat Maluku menghadapi musuh-musuhnya.

Pada saat itu, Kesultanan Ternate di Maluku diperintah oleh Kaicil Darus. Sultan Ternate itu meminta bantuan Portugis untuk mendirikan benteng di Ternate. Pendirian benteng tersebut bertujuan agar Ternate terhindar dari kemungkinan serangan dari daerah lain. Pada tahun 1522, Portugis mengabulkan permintaan Sultan Ternate dengan mendirikan Benteng Saint John. Pendirian benteng tersebut harus dibayar mahal oleh Ternate karena Portugis menuntut imbalan berupa hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Ternate. Sultan Ternate terpaksa harus menandatangani perjanjian monopoli perdagangan dengan Portugis.

Perjanjian monopoli perdagangan rempah-rempah tersebut ternyata menimbulkan kesengsaraan. Rakyat tidak dapat menjual rempah-rempah secara bebas. Portugis telah menetapkan harga rempah-rempah yang dimiliki rakyat dengan harga yang murah. Di samping itu, rakyat Ternate harus menjual rempah-rempah kepada Portugis. Hal itu merugikan rakyat Ternate, tetapi memberikan keuntungan yang sangat besar bagi Portugis. Oleh karena itu, terjadi permusuhan antara rakyat Ternate dan Portugis.

Selain mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, Portugis juga aktif menyebarkan agama Katolik. Salah seorang tokoh Portugis yang giat menyebarkan agama Katolik adalah Fransiscus Xaverius.

2. Bangsa Spanyol Memasuki Indonesia

Pada tahun 1521 bangsa Spanyol berhasil untuk pertama kali mendarat di Tidore (Maluku) kemudian singgah di Bacan dan Jailolo. Mereka tergabung dalam Ekspedisi Magelhaens–Del Cano. Kedatangan bangsa Spanyol disambut baik oleh masyarakat setempat karena pada saat itu rakyat Maluku sedang bersengketa dengan Portugis.

Kedatangan Spanyol di Maluku merupakan keberhasilan bangsa Spanyol dalam mencapai daerah yang diidam-idamkan, yaitu daerah sumber penghasil rempah-rempah. Orang-orang Spanyol senang berdagang di Maluku sehingga jumlahnya makin banyak. Bagi Portugis, kehadiran Spanyol merupakan pelanggaran atas hak monopolinya. Akibatnya, timbul persaingan antara Portugis dan pedagang Spanyol. Persaingan tersebut sejalan dengan pertentangan antara Sultan Ternate dan Sultan Tidore. Sultan Ternate bersekutu dengan Portugis, sedangkan Sultan Tidore bersekutu dengan Spanyol. Puncaknya, Portugis dan Spanyol menempuh jalan perundingan yang dilaksanakan di Saragosa (Spanyol) pada tahun 1529. Perundingan itu menghasilkan kesepakatan yang disebut Perjanjian Saragosa .

Isi Perjanjian Saragosa, antara lain sebagai berikut.
  • Spanyol harus meninggalkan Maluku dan melakukan perdagangan di Filipina.
  • Portugis tetap melakukan kegiatan perdagangan di Kepulauan Maluku.
Dengan perjanjian tersebut, Spanyol segera meninggalkan Maluku. Bangsa Portugis berusaha keras menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku dengan praktik monopoli.
Masuknya Bangsa Portugis dan Bangsa Spanyol Ke Indonesia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn