Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial Berdasarkan Profesi, Klan, SukuBangsa dan Agama

Minggu, 09 November 2014

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial Berdasarkan Profesi, Klan, SukuBangsa dan Agama


  • Diferensiasi Sosial Berdasarkan Profesi


Profesi merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Orang yang telah ahli dan menggeluti bidang pekerjaan tertentu dikenal sebagai orang yang profesional. Dalam kehidupan bermasyarakat telah tumbuh dan berkembang berbagai macam profesi atau pekerjaan yang merupakan sumber penghasilan seperti guru, dokter, arsitek, seniman, militer, olah ragawan, politisi, advokat, petani, pedagang, pengusaha, bankir, dan lain sebagainya. Kecenderungan orang untuk menjaga dan mengembangkan profesionalisme telah menjadi pendorong bagi terbentuknya organisasi profesi. Di antara organisasi profesi tersebut adalah:

  1. PWRI (Persatuan wartawan Seluruh Indonesia).

  2. AJI (Aliansi Jurnalistik Independen).

  3. IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

  4. PGRI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia).

  5. TNI (Tentara Nasional Indonesia).


Selaras dengan perkembangan zaman, manusia dituntut untuk profesional. Oleh karena itu, mau tidak mau manusia harus memilih salah satu bidang yang menjadi kecenderungan terkuat dari dirinya sehingga benar-benar ahli dalam bidang yang dipilih tersebut. Tumbuh dan berkembangnya beberapa profesi yang kemudian dikokohkan lagi dengan terbentuknya berbagai macam organisasi profesi seperti di atas telah menunjukkan adanya diferensiasi sosial yang ada dalam kehidupan sosial.

[caption id="attachment_212" align="aligncenter" width="300"]Ilmuwan dan peneliti merupakan profesi yang berbeda sifat dan karakteristiknya dengan profesi yang lain Sumber: Encarta Ancyclopedia, 2002 Ilmuwan dan peneliti merupakan profesi yang berbeda sifat dan karakteristiknya dengan profesi yang lain
Sumber: Encarta Ancyclopedia, 2002[/caption]

  • Diferensiasi Sosial Berdasarkan Klan


Klan merupakan suatu satuan sosial yang para anggotanya memiliki hubungan keke- rabatan. Dengan demikian, kesatuan klan didasarkan atas hubungan darah atau keturunan (geneologis). Biasanya klan atau kelompok kekerabatan ditarik berdasarkan garis keturunan (unilateral). Kelompok kekerabatan yang didasarkan pada garis keturunan dari pihak bapak dikenal dengan istilah patrilineal, sedangkan kelompok kekerabatan yang didasarkan pada garis keturunan dari pihak ibu dikenal dengan istilah matrilineal. Kelompok kekerabatan banyak dijumpai dalam kehidupan bangsa Indonesia. Klan- klan yang ada dalam kehidupan masyarakat Batak disebut dengan marga, seperti Marga Simanjuntak, Marga Hutabarat, Marga Harahap, Marga Hutagalung, Marga Hutauruk, dan lain sebagainya. Masyarakat Minangkabau juga mengenal sistem klan yang disebut dengan kampuang.

  • Diferensiasi Sosial Berdasarkan Suku Bangsa


[caption id="attachment_122" align="aligncenter" width="300"]Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Sumber: dte.gn.apc.org Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa.
Sumber: dte.gn.apc.org[/caption]

Suku bangsa atau sering juga disebut juga dengan ethnic group merupakan suatu golongan manusia yang terikat atas kesadaran dan identitas akan kesatuan ciri-ciri, asal usul, wilayah, adat istiadat, dan kebudayaan. Adapun beberapa kesamaan ciri-ciri yang membentuk suku bangsa antara lain adalah: (1) tipologi fisik seperti jenis rambut, warna mata, warna kulit, dan lain sebagainya, (2) bahasa yang digunakan, (3) adat istiadat, (4) kesenian, dan (5) adanya kesadaran kolektif.
Di Indonesia terdapat ratusan suku bangsa yang membentuk satu kesatuan bangsa, yakni bangsa Indonesia. Diferensiasi suku bangsa bersifat horisontal sehingga masing- masing suku bangsa memiliki persamaan derajat, harkat, dan martabat. Ciri-ciri yang pa- ling menonjol yang merupakan identitas suku bangsa adalah bahasa dan kebudayaan. Oleh karena itu, diferensiasi sosial (perbedaan sosial) berdasarkan suku bangsa sering ditunjukkan dengan adanya perbedaan bahasa dan kebudayaan.

[caption id="attachment_128" align="aligncenter" width="300"]Lumbung padi masyarakat Toraja Sumber: Encarta Ancyclopedia, 2002 Lumbung padi masyarakat Toraja
Sumber: Encarta Ancyclopedia, 2002[/caption]

  • Diferensiasi Sosial Berdasarkan Agama


Menurut Emile Durkheim, agama merupakan suatu sistem terpadu mengenai kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci dan menyatukan semua pengikutnya ke dalam suatu komunitas moral yang disebut umat. Semua ajaran agama mengatur hubungan, baik hubungan antara sesama manusia maupun hubungan antara manusia dengan Tuhan. Dengan demikian, ajaran-ajaran agama mengatur pola kehidupan bersama tanpa meman- dang jenis kelamin, suku bangsa, klan, ras, dan lain sebagainya.

[caption id="attachment_154" align="aligncenter" width="300"]Umat Islam sedang menunaikan ibadah tawaf sebagai rangkaian dari rukun haji di Mekah Al-Mukarromah Sumber: Encarta Ancyclopedia, 2002 Umat Islam sedang menunaikan ibadah tawaf sebagai rangkaian dari rukun haji di Mekah Al-Mukarromah
Sumber: Encarta Ancyclopedia, 2002[/caption]

Seperti yang diketahui bahwa setiap agama, selain memiliki sistem kepercayaan, sistem ritual, juga memiliki sekelompok penganut yang disebut dengan umat, seperti umat Islam, umat Katolik, umat Protestan, umat Hindu, umat Budha, dan sebagainya. Dengan demikian umat merupakan penggolongan warga masyarakat berdasarkan agama yang dianut. Antara sesama umat beragama biasanya terjalin ikatan emosional yang kuat. Keadaan seperti ini terjadi karena agama merupakan bagian yang paling mendalam dari kepribadian seseorang. Tidak mengherankan jika masalah agama merupakan masalah yang sangat sensitif karena berhubungan dengan keyakinan tentang kebenaran yang hakiki.
Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial Berdasarkan Profesi, Klan, SukuBangsa dan Agama Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn

0 komentar:

Posting Komentar