Klasifikasi Angiospermae, Monokotil dan Dikotil

Senin, 04 Mei 2015

Klasifikasi Angiospermae, Monokotil dan Dikotil

Angiospermae bereproduksi secara seksual dan aseksual, baik secara alami atau buatan. Reproduksi seksual pada Angiospermae terjadi melalui penyerbukan pada bunga. Proses penyerbukan (polinisasi) akan dilanjutkan dengan pembuahan (fertilisasi). Terjadi pembuahan ganda pada Angiospermae.

Proses pembentukan sel kelamin jantan (pembuahan ganda) pada ujung terdapat inti vegetatif dan inti generatif, inti generatif membelah menjadi 2 yaitu inti generatif 1, yang membentuk sperma 1 dan inti generatif 2 yg membentuk sperma 2. Kemudian sperma 1 dan sperma 2 jatuh ke bawah sampai ke mikrofil dan akan membentuk zigot di dalam mikrofil terdapat satu inti yg disebut mitosis. Mitosis membelah menjadi 2 melalui pembelahan meiosis. Lalu membelah lagi menjadi 4 dan disebut meiosis 2 dan terakhir, 4 inti itu membelah menjadi 8 inti.

Proses pembentukan sel kelamin betina pada 8 inti yang terbentuk melalui pembelahan meiosis dan mitosis itu terbagi menjadi beberapa bagian yaitu, dalam mikrofil, 3 inti paling atas disebut sel antipoda, 2 inti yang ada ditengah disebut inti kandung lembaga sekunder dan ada 3 inti paling bawah, 2 yang ada di pinggir disebut sinergid dan 1 yang ada di tengah disebut ovum.

Klasifikasi Angiospermae

1. Kelas Monocotyledonae (Monokotil)

Kelas Monocotyledonae (Monokotil)
Kelas Monocotyledonae (Monokotil)
Ciri umum tumbuhan monokotil adalah bijinya mempunyai satu daun lembaga yang berfungsi untuk menyerap zat makanan dari endosperma pada saat biji berkecambah. Ciri lainnya adalah bunganya memiliki bagian-bagian yang jumlahnya berkelipatan 3. Daunnya tunggal dan mempunyai tulang daun sejajar atau melengkung. Tumbuhan monokotil mempunyai sistem akar serabut. Sebagian besar berbatang basah, tetapi beberapa anggota yang lain merupakan tumbuhan berkayu. Batang tidak bercabang, mempunyai buku-buku dan ruas-ruas yang jelas. Batang dan akar tumbuhan monokotil tidak berkambium, sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder.
  • Suku Poasceae
Berupa terna, semak atau pohon. Umumnya daun berbentuk pita, panjang, bertulang sejajar. Bunga berupa bunga majemuk ganda dengan susunan malai, tandan atau butir. Contoh Tebu, Bambu, dan Sereh.
  • Suku Liliaceae
Berupa terna, dengan rimpang atau umbi lapis, kadang berupa perdu atau semak. Daunnya tunggal duduk tersebar pada batang atau terkumpul sebagai roset akar, buah berupa buah kendaga atau buni. Contoh Lidah buaya, bawang merah, dan suji.
  • Suku Orchidaceae
Berupa terna perennial. Sebagai besar berupa epifit, ada juga yang saprofit. Batang berbaur atau tidak berdaun, pangkalnya menebalmembentuk umbi semu. Bunganya mempunyai bentuk dan warna yang indah. Daunnya agak tebal dan berdaging. Contoh Anggrek bulan, anggrek merpati, dan vanili.
  • Suku Zingiberacea
Berupa terna yang memiliki akar tinggal (rizoma), nbiasanya bunganya pendek dan mendukung bunga saja. Umbinya sering kali mengandung suatu zat yang berbau aromatik. Contoh Jahe, kunyit, temulawak, dan lengkuas.
  • Suku Musaceae
Memiliki batang semu yang berupa pelepah daun yang saling membungkus membentuk batang. Bertulang daun menyirip. Bunganya berbentuk karangan dengan banyak bunga. Buahnya berupa buah buni. Contoh Pisang.

2. Kelas Dicotyledonae (Dikotil) 

Kelas Dicotyledonae (Dikotil)
Kelas Dicotyledonae (Dikotil) 

Tumbuhan anggota kelas dikotil mempunyai ciri-ciri umum, terutama saat biji berkecambah, biji mempunyai dua daun lembaga yang terbelah menjadi dua bagian. Ciri lainnya adalah bagian-bagian bunga berkelipatan 2, 4, atau 5. Daunnya tunggal atau majemuk dan mempunyai tulang daun menjari atau menyirip. Tumbuhan dikotil mempunyai sistem akar tunggang, dapat berupa tumbuhan semak, herba, atau pohon. Batang bercabang dengan buku-buku dan ruas-ruas tidak jelas. Batang dan akar tumbuhan dikotil berkambium (di antara xilem dan floem), sehingga mengalami pertumbuhan sekunder (tumbuh membesar).
  • Suku Euphorbiaceae 
Bila dilukai akan mengeluarkan getah berwarna putih. Berakar tunggang, daunnya menjari. Contohnya : jarak, ubi, karet. 
  • Suku Papilionaceae 
Mempunyai mahkota bunga berbentuk kupu-kupu. buahnya berbentuk polong,dan akarnya berbintil-bintil. Contoh : pete, kacang. 
  • Suku Solanaceae 
Bunga suku selonaceae berbentuk bintang atau terompet dengan buah berbentuk buni atau kotak. Contohnya tomat. 
  • Suku Putaceae 
Biasanya bunga suku jeruk-jerukan berwarna putih dan berbau harum,berakar tunggang. Contoh jeruk.: Jeruk.

Baca Juga

Itulah pembahasan mengenai Klasifikasi Angiospermae, Monokotil dan Dikotil. Semoga artikel diatas bermanfaat dan menambah referensi belajar bagi teman-teman. Salam dan Terimakasih


Klasifikasi Angiospermae, Monokotil dan Dikotil Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Muhammad Imran Ramadhan AR

0 komentar:

Posting Komentar