Dampak Pencemaran Lingkungan

Sabtu, 06 Desember 2014

Dampak Pencemaran Lingkungan


Timbulnya berbagai macam pencemaran tersebut pada umumnya menimbulkan dampak negatif terhadap keseimbangan lingkungan atau ekosistem di bumi. Dampak negatif pencemaran itu mengakibatkan terjadinya suatu gangguan, antara lain keracunan dan penyakit, punahnya species, gangguan keseimbangan lingkungan, pemekatan hayati, dan terbentuknya lubang ozon dan rumah kaca.
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran Lingkungan

a. Keracunan dan Penyakit

Bahan pangan seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, ikan, dan daging yang sudah tercemar, apabila dikonsumsi manusia maka orang yang memakannya dapat mengalami gangguan yaitu keracunan makanan dan bahkan kematian. Jika orang yang mengkonsumsi bahan makanan yang tercemar memiliki daya tahan tubuh tinggi, orang tersebut hanya mengalami gangguan keracunan dan dapat disembuhkan. Tetapi orang yang peka atau memiliki daya tahan tubuh rendah bila mengalami gangguan keracunan bisa berakibat fatal, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

b. Punah dan Tak Terkendalinya Perkembangan Species

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa dampak dari pencemaran dapat mengakibatkan gangguan keracunan bahkan sampai kematian dan penyebab timbulnya penyakit pada makhluk hidup. Setiap jenis makhluk hidup memiliki daya tahan atau kekebalan yang berbedabeda terhadap pencernaan, ada yang peka dan ada yang tahan. Pada umumnya makhluk hidup yang masih dalam perkembangan fase larva atau fase muda bersifat peka (rentan) terhadap pencemaran, sehingga banyak yang mati, sehingga species makhluk hidup tersebut bisa punah. Tetapi, makhluk hidup yang sudah mencapai perkembangan pada fase dewasa akan mempunyai daya tahan terhadap pencemaran, ada sebagian yang mati keracunan dan sebagian yang lain masih bertahan hidup.

Apabila yang masih bertahan hidup terus-menerus terkena bahan pencemar akan menjadi kebal sehingga akan terjadi ledakan perkembangan jenis makhluk hidup itu yang semakin tak terkendali. Contohnya, sering kita dengar banyak petani yang gagal panen karena terjadi ledakan perkembangan populasi wereng cokelat tak terkendali yang menyerang, merusak, dan memusnahkan tanaman padi. Pemakaian pestisida yang secara terus menerus dan berlebihan dapat menyebabkan telur-telur burung hantu menjadi rusak, sehingga gagal berkembang (deformasi) menetas menjadi burung. Apabila semua telur misalnya telur burung hantu mengalami deformasi, tidak tertutup kemungkinan beberapa tahun mendatang jenis burung tersebut punah.

c. Gangguan Keseimbangan Lingkungan

Contoh kasus punahnya burung hantu karena telur-telurnya mengalami deformasi merupakan akibat dari gangguan pencemaran. Apabila pada suatu ekosistem salah satu komponennya rusak, maka akan menggangu fungsi komponen yang lain dan mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Padahal setiap jenis makhluk hidup di dalam ekosistem mempunyai fungsi masing-masing, ada yang bertindak sebagai produsen, konsumen I, konsumen II. Apabila salah satu fungsi tersebut terganggu, maka dapat mengganggu fungsi yang lain. Hal itu dapat dibuktikan, pada saat ini sangat sulit kita temukan burung hantu yang terbang di persawahan atau bertengger di pohon kelapa yang sedang mencari mangsanya (tikus).

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa salah satu sebab punahnya burung hantu itu karena telur-telurnya mengalami deformasi. Semakin berkurangnya populasi burung hantu akan menyebabkan populasi tikus berkembang menjadi sangat pesat dan tak terkendali karena jumlah pemangsa (predator) burung hantu semakin sedikit dan tidak seimbang dengan perkembangan tikus. Ledakan perkembangan tikus yang tak terkendali, jika menyerang akan merusak dan menghancurkan tanaman padi, dapat menyebabkan petani gagal panen karena adanya gangguan keseimbangan lingkungannya. Jika hal tersebut dibiarkan terus dan semakin meluas ke tempat lain, bagaimana dengan penyediaan bahan pangan untuk kebutuhan manusia? Coba pikirkan!

d. Pemekatan Hayati

Coba Anda pikirkan apabila suatu perairan tercemar oleh bahan beracun. Bahan beracun itu dapat meresap ke dalam tubuh, alga, atau mikroorganisme lainnya. Selanjutnya, ikan-ikan akan memakan alga itu dan ikan besar akan memakan ikan yang kecil.

Apabila ikan-ikan tersebut ditangkap oleh manusia dan dimakan, maka bahan beracun tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia. Ikan kecil yang makan alga tidak hanya satu, tetapi banyak sel alga. Dengan demikian, ikan kecil itu sudah mengandung bahan beracun yang banyak. Demikian juga dengan ikan besar akan memakan ikan kecil tidak hanya satu, makin banyak memakan ikan-ikan kecil, maka makin banyak bahan pencemar yang masuk tubuh ikan besar. Bagaimana dengan tubuh manusia jika sering makan ikan yang beracun tersebut? Diskusikan dengan kelompok Anda! Proses peningkatan kadar bahan pencemar yang melewati tubuh makhluk hidup dinamakan pemekatan hayati (amnalgamasiasi).

e. Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca

Saat ini permasalahan lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca di bumi sangat kita rasakan. Ozon sangat bermanfaat bagi kehidupan, baik tumbuhan, hewan, maupun manusia karena ozon bersifat melindungi makhluk hidup dari sinar ultraviolet yang mematikan. Ozon terbentuk dari oksigen dengan bantuan sinar ultraviolet. Bagaimana jika lubang ozon semakin lama semakin bertambah besar yang diakibatkan oleh meningkatnya bahan pencemar?

Gas karbon dioksida dapat menyebabkan efek rumah kaca. Gas ini berasal dari asap pabrik, mesin-mesin kendaraan, kegiatan pembakaran. Apabila CO2 ini semakin meningkat dan tidak segera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan akibat banyak hutan yang dibakar oleh manusia, maka asapnya akan mengakibatkan terbentuknya efek rumah kaca. Dengan banyaknya gas polutan ini beberapa ahli meramalkan keadaan di bumi akan semakin panas akibat dari efek rumah kaca tersebut. Atmosfer bumi yang berubah menjadi rumah kaca menahan pantulan sebagian energi matahari yang keluar angkasa, sehingga akan membuat permukaan bumi menjadi panas.
Dampak Pencemaran Lingkungan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: al bathn